Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

    12-10-2026 - 08.20

    Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

    12-10-2026 - 05.20

    UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

    11-10-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
    • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
    • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
    • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
    • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI
    • Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika
    • BRI Jadi Raja Merek Paling Berharga di Indonesia
    • RI Mesir Pererat Hubungan Strategis
    Faktual News
    Home - Market -
    Market

    24-02-2026 - 21.2003 Mins Read3

    Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas, Hanya Sektor Ini yang Selamat!

    Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif yang cukup kuat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi dengan koreksi signifikan, anjlok 1,37 persen dan parkir di level 8.280,83. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sebelumnya, dari posisi 8.396,08.

    Gambar Istimewa :

    Data dari RTI Business menggambarkan kondisi pasar yang didominasi tekanan jual. Tercatat, mayoritas saham, yakni 567 emiten, mengalami koreksi harga. Hanya 153 saham yang berhasil menguat, sementara 99 lainnya stagnan tanpa perubahan. Aktivitas transaksi cukup tinggi, dengan total 60,76 miliar saham berpindah tangan dalam 3,41 juta frekuensi, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp29,57 triliun.

    Gelombang koreksi tidak hanya menerpa IHSG, melainkan juga menyeret seluruh indeks acuan domestik lainnya. Indeks IDX30 merosot 0,73 persen ke 441,59, diikuti LQ45 yang tergerus 1,20 persen menjadi 837,63. Indeks Sri-Kehati dan JII juga tak luput dari tekanan, masing-masing turun 0,62 persen ke 386,21 dan 1,52 persen ke 563,84.

    Secara sektoral, hampir seluruh sektor membukukan kinerja negatif yang mencolok. Sektor energi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam 3,50 persen. Disusul oleh sektor siklikal yang anjlok 3,12 persen, infrastruktur 2,29 persen, properti 2,19 persen, dan industrial 1,89 persen. Sektor teknologi (-1,77%), non-siklikal (-1,41%), kesehatan (-1,24%), bahan baku (-1,23%), dan transportasi (-1,00%) juga ikut terperosok dalam zona merah.

    Di tengah kepungan sentimen negatif yang melanda hampir seluruh lini, sektor keuangan tampil sebagai satu-satunya penyelamat. Sektor ini berhasil menguat 1,02 persen, memberikan secercah harapan di tengah pasar yang memerah. Salah satu penopang utama adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang perkasa naik 1,90 persen, menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar.

    Beberapa saham yang menjadi sorotan pada hari itu termasuk PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) yang masuk daftar top gainers. Sementara itu, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) harus menerima predikat top losers. Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendominasi volume transaksi.

    Kondisi pasar yang bergejolak ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor. Meskipun ada sektor yang mampu bertahan, tekanan jual yang masif mengindikasikan adanya sentimen negatif yang kuat di pasar. Analis pasar akan mencermati lebih lanjut faktor-faktor pendorong di balik koreksi masif ini untuk memprediksi arah pergerakan pasar ke depan.


    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

      12-10-2026 - 08.20

      Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

      12-10-2026 - 05.20

      UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 21.55

      Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika

      11-10-2026 - 21.20

      Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      11-10-2026 - 18.55

      Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
      • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
      • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
      • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
      • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.