IHSG Loyo Jelang Akhir Tahun! 5 Saham Ini Jadi Sorotan?
Faktual News – Pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal pelemahan signifikan menjelang penutupan tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot 0,83 persen pada pekan perdagangan 22-24 Desember 2025, mengakhiri sesi di level 8.537,91. Penurunan ini disebut-sebut tak lepas dari tekanan lima saham utama yang menjadi "biang kerok" pelemahan, memicu pertanyaan di kalangan investor.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa IHSG menutup pekan ini dengan angka 8.537,91, turun dari posisi pekan sebelumnya yang berada di 8.609,55. Seiring dengan kemerosotan indeks acuan, nilai kapitalisasi pasar BEI juga ikut terpangkas. Kapitalisasi pasar menyusut 1,17 persen, dari Rp15.788 triliun menjadi Rp15.603 triliun. Kondisi ini mengindikasikan adanya penarikan modal atau penurunan valuasi aset secara keseluruhan di bursa, mencerminkan sentimen pasar yang kurang bergairah.
Lima Saham Penekan IHSG Pekan Ini
Meskipun laporan BEI tidak merinci nama-nama saham tersebut, disebutkan secara jelas bahwa terdapat lima saham yang berperan sebagai top laggards, yaitu saham-saham yang paling signifikan menekan pergerakan IHSG sepanjang pekan ini. Keberadaan saham-saham penekan ini menjadi indikator penting bagi investor untuk mencermati potensi risiko dan melakukan evaluasi ulang portofolio mereka.
Aktivitas Perdagangan dan Pergerakan Investor Asing
Aktivitas perdagangan di bursa juga mencatatkan penurunan yang cukup mencolok. Rata-rata frekuensi transaksi harian berkurang 2,23 persen, dari 2,80 juta kali menjadi 2,74 juta kali transaksi. Penurunan yang lebih drastis terlihat pada rata-rata volume transaksi harian, yang anjlok 18,44 persen menjadi 38,34 miliar lembar saham dari 47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga ikut tergerus 30,91 persen, dari Rp34,30 triliun menjadi Rp23,70 triliun. Angka-angka ini menunjukkan adanya perlambatan aktivitas jual-beli saham yang signifikan, kemungkinan besar akibat sentimen negatif atau kehati-hatian investor menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Di tengah sentimen negatif yang mendominasi, investor asing justru mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp2,45 triliun pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025. Namun, perlu dicatat bahwa secara kumulatif sepanjang tahun 2025, investor asing masih membukukan nilai jual bersih (net sell) yang cukup besar, mencapai Rp18,36 triliun. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada pembelian sesaat menjelang akhir tahun, tren investor asing secara keseluruhan masih cenderung keluar dari pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini. Kondisi ini menjadi PR bagi pemerintah dan regulator untuk menarik kembali minat investor global di tahun mendatang.
