Kejutan Akhir Tahun! IHSG Melejit, Investor Siap Pesta?
Faktual News – Jakarta. Di tengah antisipasi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru memberikan kejutan di pembukaan perdagangan terakhir pekan ini, Rabu (24/12). Setelah sempat tertekan, indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini berhasil berbalik menguat signifikan, dibuka pada level 8.609,98, melesat dari penutupan sebelumnya di 8.584,78. Ini menjadi sinyal positif yang tak terduga jelang jeda pasar yang cukup panjang.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai meskipun menjelang liburan. Sebanyak 780,33 juta saham berpindah tangan melalui 81 ribu kali transaksi, mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp411,63 miliar. Pergerakan saham pun didominasi oleh sentimen positif, dengan 256 saham menguat, mengungguli 122 saham yang terkoreksi, sementara 242 saham lainnya stagnan, menunjukkan optimisme pasar yang cukup merata.
Penguatan ini terbilang menarik, mengingat proyeksi sebelumnya dari Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia yang memperkirakan IHSG akan bergerak variatif cenderung melemah. "IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 8.414-8.503 dan resistance 8.667-8.750," demikian pernyataan manajemen CGS dalam risetnya yang diterima faktual.news, mengindikasikan bahwa pasar berhasil melampaui ekspektasi awal.
Namun, ada beberapa katalis yang mendorong optimisme pasar. Manajemen CGS menyoroti berlanjutnya penguatan indeks-indeks utama di Wall Street, terutama didorong oleh kebangkitan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kembali menjadi primadona. Selain itu, kenaikan harga mayoritas komoditas global juga turut menyumbang sentimen positif yang mampu mengimbangi tekanan domestik.
Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi oleh sejumlah faktor negatif yang patut diwaspadai. Aksi jual bersih (net sell) investor asing yang cukup besar, mencapai Rp852,91 miliar pada perdagangan Selasa kemarin, serta tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berkelanjutan, tetap menjadi perhatian serius. Kedua faktor ini berpotensi menjadi penghambat laju penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Untuk para investor yang mencari peluang di tengah dinamika pasar yang fluktuatif ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan. Di antaranya adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Selain itu, ada juga PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang patut dicermati sebagai potensi investasi.
