Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misteri Penundaan Kenaikan Upah Buruh 2027

    04-11-2026 - 08.55

    Waspada Rupiah Terancam Tembus Rp21 Ribu

    04-11-2026 - 08.20

    Strategi Baru Tekan Harga Cabai

    04-11-2026 - 05.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misteri Penundaan Kenaikan Upah Buruh 2027
    • Waspada Rupiah Terancam Tembus Rp21 Ribu
    • Strategi Baru Tekan Harga Cabai
    • Harga Tepung Naik UMKM Terancam
    • Pajak Pembalut Harus Nol Persen
    • Pajak Transfer Bank dan Dompet Digital Ternyata Hoaks
    • KAI Siapkan Ratusan Kereta Baru
    • Buruh Desak Batas Bebas Pajak Naik
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru Tekan Harga Cabai
    Market

    Strategi Baru Tekan Harga Cabai

    04-11-2026 - 05.5503 Mins Read0
    strategi baru tekan harga cabai

    Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah cepat untuk meredam gejolak harga pangan di pasar. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan melakukan intervensi distribusi logistik, yakni mengirimkan sebanyak 7 ton cabai dari Jawa Timur menuju Halmahera, Maluku Utara. Langkah ini diambil guna menyeimbangkan ketersediaan stok pangan di wilayah yang mengalami kelangkaan sekaligus menekan lonjakan harga yang kian mencekik konsumen.

    Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pengiriman pasokan antarwilayah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengatasi ketimpangan distribusi. Menurutnya, Jawa Timur saat ini sedang mengalami surplus produksi cabai, sehingga sangat ideal untuk menyuplai daerah-daerah yang mengalami defisit stok.

    Strategi Baru Tekan Harga Cabai
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Kemarin kita sudah mengirimkan 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Hal ini dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus produksi. Operasi ini merupakan hasil sinergi kuat antara Kemendag dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia (BI), serta pemerintah daerah setempat," ujar Budi saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

    Budi mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama melonjaknya harga cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah, adalah faktor cuaca ekstrem. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir telah mengganggu siklus tanam dan masa panen para petani, yang berdampak langsung pada penurunan volume produksi di tingkat hulu.

    "Faktor cuaca menjadi penyebab utama. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, produksi di tingkat petani memang mengalami penurunan. Namun, karena produksi cabai ini tersebar di daerah-daerah tertentu, masih ada wilayah yang mengalami surplus. Oleh karena itu, peran pemerintah adalah memfasilitasi logistik dari daerah surplus ke daerah yang sedang kekurangan," tambahnya.

    Berdasarkan data terbaru dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga cabai di tingkat nasional memang menunjukkan tren kenaikan. Harga rata-rata nasional cabai rawit merah kini menyentuh angka Rp71.662 per kilogram, jauh di atas harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata cabai merah keriting berada di angka Rp67.480 per kilogram, melampaui harga acuan sebesar Rp55.000 per kilogram.

    Menariknya, pemerintah tidak akan berhenti pada komoditas cabai saja. Budi menegaskan bahwa strategi pemerataan logistik ini akan segera diterapkan pada komoditas pangan lainnya yang mengalami ketimpangan harga akibat kendala distribusi. Salah satu fokus berikutnya adalah komoditas telur ayam.

    "Dalam waktu dekat, kami sedang mempersiapkan skema serupa untuk komoditas lain, seperti telur. Jika ada daerah yang surplus telur, akan segera kita distribusikan ke daerah yang kekurangan," jelas Budi.

    Saat ini, secara nasional produksi telur ayam sebenarnya masih dalam kondisi surplus dengan harga rata-rata Rp26.400 per kilogram, masih di bawah harga acuan Rp30.000 per kilogram. Namun, kendala jalur distribusi di beberapa wilayah menyebabkan harga di daerah tersebut melonjak tajam. Dengan adanya intervensi distribusi ini, pemerintah berharap harga di pasar dapat kembali stabil sesuai dengan harga acuan, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan kesejahteraan peternak tetap terlindungi.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misteri Penundaan Kenaikan Upah Buruh 2027

      04-11-2026 - 08.55

      Waspada Rupiah Terancam Tembus Rp21 Ribu

      04-11-2026 - 08.20

      Harga Tepung Naik UMKM Terancam

      04-11-2026 - 05.20

      Pajak Pembalut Harus Nol Persen

      04-11-2026 - 02.55

      Pajak Transfer Bank dan Dompet Digital Ternyata Hoaks

      04-11-2026 - 02.20

      KAI Siapkan Ratusan Kereta Baru

      03-11-2026 - 23.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misteri Penundaan Kenaikan Upah Buruh 2027
      • Waspada Rupiah Terancam Tembus Rp21 Ribu
      • Strategi Baru Tekan Harga Cabai
      • Harga Tepung Naik UMKM Terancam
      • Pajak Pembalut Harus Nol Persen

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • November 2026
      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.