Faktual.news – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah bersiap melakukan langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini telah mengalokasikan investasi besar untuk pengadaan 612 unit kereta api baru yang diproduksi oleh PT INKA. Rencana pengadaan armada baru ini dijadwalkan akan terus berjalan hingga tahun 2027 mendatang.
Salah satu poin paling menarik dari pengadaan armada baru ini adalah adanya perubahan signifikan pada fasilitas interior, khususnya pada bagian toilet. Berbeda dengan armada lama, kereta-kereta baru ini akan dilengkapi dengan fasilitas toilet yang sudah dipisah secara khusus antara pria dan wanita. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata perusahaan terhadap kebutuhan pelanggan di lapangan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa inovasi pemisahan toilet ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi mendalam melalui Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil survei menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah penumpang perempuan yang sangat signifikan dibandingkan penumpang laki-laki.
"Berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan, jumlah penumpang perempuan mengalami kenaikan yang cukup tajam. Oleh karena itu, pelanggan meminta agar disediakan toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Saya pastikan seluruh 612 unit kereta yang dipesan dari INKA akan sudah memiliki fasilitas toilet terpisah tersebut," ujar Anne saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta Pusat.
Hingga saat ini, KAI telah menerima 40 trainset pertama dari total 612 unit yang dipesan. Pembaruan sarana ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk menyambut pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Program ini bertujuan untuk memperluas aksesibilitas serta memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra.
Selain fokus pada pengadaan armada baru, KAI juga meluncurkan layanan kereta api baru untuk melayani rute aglomerasi di Pulau Jawa, yakni KA Pandawa. Kereta ini akan melayani rute Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pulang-pergi (PP) dengan frekuensi empat perjalanan. Kehadiran KA Pandawa diharapkan mampu memperkuat mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang permintaannya terus melonjak.
"Kami melihat potensi angkutan dalam kota dan aglomerasi meningkat sangat drastis. KA Pandawa hadir untuk memperkuat konektivitas di wilayah tersebut," tambah Anne.
Tidak hanya di Jawa, KAI juga melakukan penambahan frekuensi perjalanan di wilayah Sumatra, khususnya di DAOP I Sumatra Utara, dengan menambah jadwal untuk KA Datuk Belambangan dan KA Srilelawangsa. Di wilayah Jawa, KA Brawijaya rute Malang–Gambir juga mendapatkan tambahan dua perjalanan. Secara keseluruhan, KAI menambah total 39 perjalanan kereta api antarkota di Jawa dan Sumatra guna meningkatkan kapasitas angkut dan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.


