Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Saham PGE Tertekan Sentimen Global

    04-11-2026 - 18.55

    Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis

    04-11-2026 - 18.20

    Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia

    04-11-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Saham PGE Tertekan Sentimen Global
    • Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis
    • Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia
    • Rupiah Tertekan di Level 18.168
    • Simpanan Jumbo Melejit Drastis
    • Kesempatan Terakhir Ikut Magang Nasional
    • Biaya Operasional Dapur MBG Dinilai Terlalu Rendah
    • Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
    Faktual News
    Home - Market - Saham PGE Tertekan Sentimen Global
    Market

    Saham PGE Tertekan Sentimen Global

    04-11-2026 - 18.5503 Mins Read0
    saham pge tertekan sentimen global

    Faktual.news – Pergerakan harga saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) belakangan ini tengah menjadi sorotan tajam para pelaku pasar. Emiten energi terbarukan dengan kode saham PGEO ini mengalami tekanan harga yang cukup signifikan, yang diduga kuat berkaitan erat dengan dinamika pasar modal nasional akibat sentimen global dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

    Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini dalam acara Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (4/11). Menurut Yani, fluktuasi yang terjadi pada saham PGEO merupakan dampak dari kondisi pasar Indonesia secara keseluruhan yang sedang mengalami guncangan akibat usulan reklasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.

    Saham PGE Tertekan Sentimen Global
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam keterangannya, Yani mengungkapkan bahwa sejak awal tahun hingga akhir tahun lalu, saham perusahaan sempat mengalami koreksi sekitar 8,89 persen. Namun, pada perdagangan terbaru, tekanan tersebut semakin terasa dengan saham PGEO ditutup di level Rp965, yang berarti mengalami penurunan sebesar 14,6 persen sejak awal tahun berjalan.

    Meski angka penurunan tersebut terlihat cukup mengkhawatirkan bagi para pemegang saham, Ahmad Yani menegaskan bahwa kondisi pasar ini sama sekali tidak mengganggu kesehatan finansial perusahaan. Ia menjamin bahwa sentimen negatif dari MSCI tidak akan mengubah peta jalan atau rencana ekspansi bisnis yang telah disusun oleh manajemen.

    "Inilah realitas kondisi pasar di Indonesia saat ini. Namun, perlu digarisbawahi bahwa situasi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap fundamental PGE, juga tidak mengganggu rencana pertumbuhan jangka panjang kami," tegas Yani di hadapan awak media.

    Ketangguhan fundamental PGE justru terlihat dari pencapaian operasionalnya yang justru mencetak rekor baru. Hingga kuartal ketiga tahun ini, pembangkitan listrik dari operasi mandiri perusahaan telah mencapai 4.113 GWh. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil memenuhi 78 persen dari total target tahunan 2026. Efisiensi operasional juga terlihat dari capacity factor yang mencapai 89,9 persen dan availability factor yang sangat tinggi di angka 98,51 persen.

    Selain aspek teknis, kontribusi lingkungan PGE juga sangat signifikan dengan mencatatkan penghindaran emisi sebesar 3,48 juta ton setara karbon dioksida (tonCO2eq) dibandingkan jika menggunakan pembangkit batu bara.

    Secara finansial, kinerja operasional yang solid ini berbanding lurus dengan perolehan laba. Hingga September 2026, PGE berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$352,20 juta. Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$126,62 juta dengan EBITDA mencapai US$287,77 juta.

    Sebagai konteks, gejolak pasar ini dipicu oleh usulan MSCI untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Hal ini memicu aksi jual masif oleh investor asing yang menyebabkan arus modal keluar (outflow) mencapai Rp94,87 triliun sepanjang tahun ini, yang pada akhirnya menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara drastis.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis

      04-11-2026 - 18.20

      Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia

      04-11-2026 - 16.55

      Rupiah Tertekan di Level 18.168

      04-11-2026 - 16.20

      Simpanan Jumbo Melejit Drastis

      04-11-2026 - 14.55

      Kesempatan Terakhir Ikut Magang Nasional

      04-11-2026 - 14.20

      Biaya Operasional Dapur MBG Dinilai Terlalu Rendah

      04-11-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Saham PGE Tertekan Sentimen Global
      • Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis
      • Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia
      • Rupiah Tertekan di Level 18.168
      • Simpanan Jumbo Melejit Drastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • November 2026
      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.