Faktual.news – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk akhirnya angkat bicara menyusul munculnya isu miring yang menyeret nama perusahaan dalam perhelatan RANS Carnival Yogyakarta. Perusahaan menanggapi serius tudingan mengenai adanya praktik pengerahan massa warga dengan imbalan uang sebesar Rp50 ribu untuk memeriahkan acara yang berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2026 tersebut.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak benar. RANS menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak pernah memberikan instruksi, memprakarsai, maupun menyediakan dana untuk kegiatan pengerahan massa yang dituduhkan tersebut.

Sekretaris Perusahaan RANS, Chintami Maranata Sihombing, menjelaskan bahwa klarifikasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas pemberitaan yang beredar luas di masyarakat. Ia menekankan bahwa RANS tidak pernah memerintahkan pihak kepolisian, perangkat desa, perangkat kelurahan, maupun pihak lainnya untuk melakukan mobilisasi warga dengan imbalan uang sebagaimana yang ramai dibicarakan melalui pesan singkat maupun media sosial.
"Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut," tulis Chintami dalam surat tanggapan resminya. Ia juga menekankan bahwa RANS Carnival Yogyakarta pada hakikatnya adalah acara hiburan gratis yang ditujukan untuk memberikan kegembiraan bagi masyarakat luas.
Selain menepis isu massa bayaran, RANS juga memberikan penjelasan terkait perubahan susunan pengisi acara yang sempat memicu tanda tanya. Perusahaan mengakui bahwa beberapa pengisi acara yang semula dijadwalkan tampil akhirnya memutuskan untuk membatalkan partisipasi mereka. Keputusan tersebut, menurut RANS, murni merupakan pertimbangan pribadi dari masing-masing pihak pengisi acara dalam menyikapi situasi yang berkembang menjelang acara.
Situasi ini mulai memanas setelah kehadiran Raffi Ahmad dalam peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta pada 29 Oktober 2026. Kehadiran tersebut memicu dinamika di lapangan yang akhirnya memaksa pihak penyelenggara melakukan penyesuaian konsep acara. Sebagai langkah antisipasi, RANS memutuskan untuk menyederhanakan rangkaian kegiatan namun tetap berkomitmen melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Yogyakarta.
Meskipun terjadi berbagai penyesuaian dan perubahan rencana, manajemen RANS memastikan bahwa dinamika penyelenggaraan ini tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan, arus kas, maupun operasional perusahaan secara keseluruhan. Saat ini, perusahaan tengah melakukan evaluasi mendalam terkait realisasi keuangan dan beban yang telah dikeluarkan.
Sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, RANS berencana memperkuat manajemen risiko dalam setiap penyelenggaraan acara di masa depan. Hal ini mencakup peningkatan koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap isu-isu di media sosial yang berpotensi mengganggu reputasi perusahaan.


