Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba

    06-10-2026 - 02.55

    Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu

    06-10-2026 - 02.20

    Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak

    05-10-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba
    • Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu
    • Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak
    • Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah
    • Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN
    • Era Baru Pasar Modal Harga Saham di Bawah 50 Rupiah
    • Sikat Habis Yayasan Pemalak Program Makan Gratis
    • Perluasan Dapur Gizi ke Wilayah Terpencil
    Faktual News
    Home - Market - Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi
    Market

    Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi

    04-10-2026 - 18.5502 Mins Read0
    harta karun laut belu kini dilindungi

    Faktual.news – Kabar gembira datang bagi dunia kelautan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi telah menetapkan kawasan konservasi perairan baru di Kabupaten Belu. Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan kekayaan bawah laut di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste tetap terjaga dari ancaman kerusakan lingkungan.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 77 Tahun 2026, kawasan konservasi ini membentang seluas 12.326,35 hektare. Penetapan ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati laut, mengingat posisi geografis Belu yang sangat krusial sebagai beranda depan negara.

    Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, menjelaskan bahwa kawasan yang kini menyandang status taman perairan tersebut menyimpan ekosistem yang sangat vital. Di dalamnya, terdapat hamparan terumbu karang yang indah, padang lamun yang luas, serta berbagai habitat ikan karang yang menjadi rumah bagi ribuan biota laut.

    "Kawasan ini memiliki pembagian zona yang sangat spesifik. Ada zona inti seluas 133,08 hektare yang benar-benar dijaga ketat, zona pemanfaatan terbatas seluas 11.153,50 hektare, serta zona lainnya seluas 1.039,77 hektare yang mencakup area rehabilitasi, instalasi laut, hingga pelabuhan dan tempat tambat labuh," ujar Stefania dalam keterangan resminya bersama Konservasi Indonesia.

    Pembagian zona ini bertujuan agar perlindungan alam tetap sejalan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Zona inti akan berfungsi sebagai "bank ikan" alami, di mana ekosistem dibiarkan tumbuh tanpa gangguan manusia, sementara zona pemanfaatan terbatas akan menjadi ruang bagi nelayan untuk melakukan aktivitas perikanan secara berkelanjutan dan pengembangan pariwisata bahari.

    Senada dengan hal tersebut, Senior Fellow in Ocean Governance dari Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah pemerintah. Menurutnya, penetapan ini memberikan landasan hukum yang kuat untuk menggabungkan pendekatan ilmiah modern dengan kearifan lokal masyarakat setempat dalam mengelola sumber daya laut.

    Victor menambahkan bahwa perlindungan ekosistem di Belu bukan sekadar menjaga pemandangan bawah laut, melainkan investasi ekonomi jangka panjang. Kajian keanekaragaman hayati menunjukkan bahwa terumbu karang dan padang lamun di Belu merupakan area pemijahan (spawning ground) dan tempat pembesaran (nursery ground) bagi berbagai spesies ikan bernilai ekonomis tinggi.

    Dengan terjaganya ekosistem ini, ketersediaan stok ikan bagi nelayan lokal di NTT akan lebih terjamin keberlanjutannya. Bahkan, hal ini juga berpotensi memberikan dampak positif bagi stabilitas pasar ikan di negara tetangga, Timor Leste, yang secara geografis sangat dekat dengan wilayah tersebut. Melalui pengelolaan yang tepat, kawasan konservasi Belu diharapkan menjadi model sukses bagi perlindungan laut di wilayah perbatasan lainnya di Indonesia.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba

      06-10-2026 - 02.55

      Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu

      06-10-2026 - 02.20

      Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak

      05-10-2026 - 23.55

      Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah

      05-10-2026 - 23.21

      Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN

      05-10-2026 - 21.55

      Era Baru Pasar Modal Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

      05-10-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba
      • Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu
      • Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak
      • Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah
      • Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.