Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional

    30-09-2026 - 18.55

    Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar

    30-09-2026 - 18.20

    Dominasi Transvision di Industri Pay TV

    30-09-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional
    • Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
    • Dominasi Transvision di Industri Pay TV
    • Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
    • Bansos Digital Siap Uji Coba 2027
    • Solusi Cerdas Beli Bus Listrik Pakai Karbon
    • Misteri Jam Operasional Kopdes Merah Putih
    • Bus Listrik Ubah Wajah Transportasi Jakarta
    Faktual News
    Home - Market - Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
    Market

    Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar

    30-09-2026 - 18.2002 Mins Read0
    dana darurat ntt cair rp20 miliar

    Faktual.news – Pemerintah secara resmi telah mengalokasikan tambahan anggaran belanja tak terduga (BTT) guna mempercepat penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa suntikan dana ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan warga yang terdampak, terutama mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian, dapat terpenuhi dengan baik.

    Dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Tito menjelaskan bahwa skema pembagian anggaran tersebut telah diatur secara spesifik. Setiap kabupaten dan kota yang terdampak akan menerima tambahan dana sebesar Rp20 miliar. Sementara itu, untuk pemerintah tingkat provinsi, alokasi dana tambahan yang disiapkan adalah sebesar Rp40 miliar.

    Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Kepala daerah sudah diberikan bantuan. Ada tambahan BTT masing-masing Rp20 miliar untuk kabupaten/kota dan Rp40 miliar untuk provinsi," ujar Tito saat memberikan keterangan resmi di Kementerian Sosial, Rabu (30/9).

    Pemerintah meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Fokus utama penggunaan anggaran ini adalah untuk mendukung operasional penanganan warga, mulai dari penyediaan logistik hingga layanan kesehatan di posko-posko pengungsian. Saat ini, koordinasi lapangan tengah dijalankan secara intensif oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dengan melibatkan Kementerian Kesehatan sebagai garda terdepan layanan medis.

    Namun, di tengah upaya bantuan tersebut, muncul sorotan terkait laporan adanya warga yang meninggal dunia saat berada di pengungsian. Menanggapi hal ini, Mendagri meminta agar dilakukan investigasi mendalam mengenai penyebab kematian tersebut. Ia menekankan pentingnya membedakan apakah kematian disebabkan oleh faktor usia, penyakit bawaan, atau adanya kelalaian dalam pelayanan di pengungsian.

    "Kalau ada yang meninggal, kita lihat penyebabnya apa dulu. Apakah karena sakit atau karena faktor usia. Kita harus perjelas. Jika ditemukan ada kematian yang disebabkan oleh penanganan yang kurang layak, maka pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi dan menggunakan anggaran yang ada untuk memperbaiki kualitas pelayanan," tegas Tito.

    Berdasarkan data dari BNPB, tercatat sebanyak 94 warga meninggal dunia saat berada di pengungsian. Angka ini merupakan korban tidak langsung, sementara korban yang meninggal akibat dampak langsung gempa berjumlah 48 orang, sehingga total korban jiwa mencapai 142 orang.

    Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan warga di pengungsian. Berdasarkan verifikasi sementara, mayoritas korban meninggal di pengungsian adalah lansia dengan penyakit kronis seperti diabetes dan stroke. Hetifah mengingatkan agar pemerintah memastikan ketersediaan obat-obatan dan layanan kesehatan bagi kelompok rentan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional

      30-09-2026 - 18.55

      Dominasi Transvision di Industri Pay TV

      30-09-2026 - 16.55

      Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894

      30-09-2026 - 16.20

      Bansos Digital Siap Uji Coba 2027

      30-09-2026 - 14.55

      Solusi Cerdas Beli Bus Listrik Pakai Karbon

      30-09-2026 - 14.20

      Misteri Jam Operasional Kopdes Merah Putih

      30-09-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional
      • Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
      • Dominasi Transvision di Industri Pay TV
      • Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
      • Bansos Digital Siap Uji Coba 2027

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.