Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    ASDP Sulap Pelabuhan Jadi Super Aman Ini Buktinya

    08-08-2026 - 05.20

    Smelter Gresik Freeport Siap Guncang Pasar September

    08-08-2026 - 02.20

    Pahlawan Lokal Ubah Desa Kering Jadi Mandiri

    07-08-2026 - 21.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • ASDP Sulap Pelabuhan Jadi Super Aman Ini Buktinya
    • Smelter Gresik Freeport Siap Guncang Pasar September
    • Pahlawan Lokal Ubah Desa Kering Jadi Mandiri
    • Dulu Ditertawakan Kini Dunia Memohon
    • Skandal Makanan Gratis Ratusan Siswa Tumbang
    • Dua Negara Raksasa Siap Bangun Kereta Kalimantan
    • Magang Nasional Bikin Kaget 60 Persen Langsung Kerja
    • Pajak Jualan Online Ditunda Sampai Kapan
    Faktual News
    Home - Market - Dulu Ditertawakan Kini Dunia Memohon
    Market

    Dulu Ditertawakan Kini Dunia Memohon

    07-08-2026 - 18.2003 Mins Read0
    dulu ditertawakan kini dunia memohon

    faktual.news – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini membuka kembali lembaran sejarah perjuangan Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel. Bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Luhut mengenang masa-masa penuh tantangan ketika dunia meragukan kemampuan Tanah Air untuk mandiri dalam mengelola sumber daya mineralnya. Kebijakan hilirisasi nikel yang kini menjadi kebanggaan nasional, dulunya adalah medan pertempuran sengit yang diwarnai cibiran dan tekanan global.

    Luhut, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, bersama Bahlil yang memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), harus menghadapi gelombang kritik. Tak hanya itu, Indonesia bahkan terseret ke meja hijau Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akibat langkah berani ini. "Kami dicibir, ditekan dari segala penjuru, digugat hingga ke WTO, dan banyak yang pesimis Indonesia akan sanggup," ungkap Luhut dalam acara peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta Pusat.

    Dulu Ditertawakan Kini Dunia Memohon
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Di tengah badai keraguan dan ejekan, Bahlil Lahadalia tetap berdiri teguh, menyuarakan keyakinan bahwa Indonesia mampu. Kini, situasi telah berbalik 180 derajat. Pihak-pihak yang dulu meremehkan dan menertawakan kini justru berbondong-bondong mengantre untuk bertemu Bahlil, menyatakan minat mereka untuk menanamkan modal di sektor nikel Indonesia. Ketegasan ini, menurut Luhut, telah membuahkan hasil yang luar biasa, terlihat dari meroketnya nilai ekspor produk nikel dan turunannya. Daerah seperti Morowali dan Halmahera Tengah, yang sebelumnya terpinggirkan dalam peta ekonomi nasional, kini mencatat pertumbuhan dua digit dan menjadi bagian penting dari rantai pasok industri global.

    Dalam kesempatan yang sama, Bahlil berbagi pengalaman pribadinya saat masih memimpin BKPM. Ia mengakui banyak ditempa oleh Luhut, terutama dalam mengasah kemampuan bernegosiasi investasi dengan negara-negara lain. "Saya yang sekolah di kampung ini, tidak pernah belajar negosiasi investasi. Enam bulan saya dibimbing intensif oleh Pak Luhut, dibawa dari Tiongkok sampai Amerika," kenang Bahlil, bangga atas ilmu yang didapatkannya.

    Bahlil juga mengisahkan momen ketika ia dipanggil oleh Presiden Joko Widodo dan Luhut untuk membahas dampak perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Saat itu, 32 perusahaan memilih merelokasi pabrik dari Tiongkok ke Vietnam, namun tak satu pun tertarik ke Indonesia. "Lagi-lagi saya dipanggil Bapak Presiden bersama Opung. Memang Opung ini selalu menjadikan saya objek uji coba," ujarnya sambil tersenyum.

    Atas arahan kedua pemimpin tersebut, Bahlil kemudian menginvestigasi penyebab kegagalan Indonesia menarik investor. Hasil temuannya mengejutkan: harga tanah kawasan industri di Vietnam hanya sekitar Rp600 ribu, sementara di Indonesia mencapai Rp2 juta. Temuan ini mendorong pemerintah untuk membangun Kawasan Industri Terpadu Batang, sebuah langkah strategis untuk menyediakan lahan industri dengan harga kompetitif sekitar Rp600 ribu. Namun, Bahlil dengan rendah hati menegaskan bahwa seluruh konsep dan rencana induk kawasan industri tersebut dirancang dengan cermat oleh tim Kementerian Investasi. "Bukan saya yang hebat, tapi tim Kementerian Investasi yang luar biasa," pungkasnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      ASDP Sulap Pelabuhan Jadi Super Aman Ini Buktinya

      08-08-2026 - 05.20

      Smelter Gresik Freeport Siap Guncang Pasar September

      08-08-2026 - 02.20

      Pahlawan Lokal Ubah Desa Kering Jadi Mandiri

      07-08-2026 - 21.20

      Skandal Makanan Gratis Ratusan Siswa Tumbang

      07-08-2026 - 14.20

      Dua Negara Raksasa Siap Bangun Kereta Kalimantan

      07-08-2026 - 08.20

      Magang Nasional Bikin Kaget 60 Persen Langsung Kerja

      07-08-2026 - 05.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • ASDP Sulap Pelabuhan Jadi Super Aman Ini Buktinya
      • Smelter Gresik Freeport Siap Guncang Pasar September
      • Pahlawan Lokal Ubah Desa Kering Jadi Mandiri
      • Dulu Ditertawakan Kini Dunia Memohon
      • Skandal Makanan Gratis Ratusan Siswa Tumbang

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.