faktual.news – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sedang menyiapkan gebrakan besar yang akan mengubah wajah Stasiun KRL Karet secara drastis. Proyek ambisius berupa pembangunan travelator atau eskalator datar yang menghubungkan Stasiun KRL Karet dan Stasiun KRL BNI City ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Langkah ini diharapkan membawa kenyamanan dan keamanan ekstra bagi para pengguna setia KRL Commuter Line.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, pengerjaan proyek travelator ini diperkirakan memakan waktu sekitar 70 hari sejak penutupan Stasiun KRL Karet pada 1 September 2026. "70 hari pokoknya," tegas Bobby saat ditemui usai acara penyerahan sertifikat di Jakarta Selatan, Senin (31/8). Senada dengan Bobby, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi proyek ini bisa selesai pada pertengahan November. "Dua bulan lah kalau 70 hari. Ya, pertengahan November," ujar Dudy.

Penutupan Stasiun KRL Karet mulai 1 September 2026 ini bukan tanpa alasan. Dudy menjelaskan, perbaikan ini esensial untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL di masa mendatang. "Rencananya kan (Stasiun KRL Karet) mau kita perbaiki nanti supaya masyarakat pengguna bisa jadi lebih nyaman lagi," tambahnya.
Sebelumnya, KAI telah membeberkan rencana integrasi kedua stasiun ini. Bobby Rasyidin menjelaskan, jarak yang sangat dekat antara Stasiun Karet dan BNI City, hanya sekitar 150 meter, justru menimbulkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi. "Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi," ungkap Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Rabu (3/6).
Ke depannya, Stasiun KRL Karet akan bertransformasi menjadi sebuah selasar modern yang dilengkapi travelator. Dengan demikian, proses tap in dan tap out akan sepenuhnya dialihkan ke Stasiun KRL BNI City. "Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar. Nanti kita demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator," jelas Bobby.
Integrasi ini merupakan bagian integral dari proyek Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas yang ditargetkan rampung pada tahun 2027. Harapannya, berbagai moda transportasi publik seperti LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara dapat terintegrasi mulus dalam satu lokasi. Meski awalnya penggabungan Stasiun KRL Karet dengan Stasiun KRL BNI City ditargetkan selesai Desember 2025, realisasinya baru dimulai sekarang.
Selama masa pengerjaan integrasi yang berlangsung dari 1 September hingga 31 Desember 2026, penumpang KRL yang biasa naik atau turun di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun BNI City. Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menegaskan, integrasi ini bertujuan utama untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan. "Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun," pungkas Purnomo dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8).


