faktual.news – Kabar mengejutkan datang dari PT Pertamina Patra Niaga yang mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Kenaikan ini akan berlaku efektif mulai tanggal 1 September 2026 pukul 00.00 WIB, dan dipastikan akan berdampak pada kantong pengendara kendaraan pribadi.
Produk BBM yang mengalami lonjakan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara itu, konsumen Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 bisa sedikit bernapas lega karena kedua jenis BBM non-subsidi ini tidak mengalami perubahan harga.

Menurut keterangan resmi dari VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, kebijakan penyesuaian harga ini berlandaskan pada formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pertimbangan utama mencakup fluktuasi harga minyak mentah di pasar global, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, komponen pajak, serta faktor-faktor relevan lainnya termasuk kemampuan daya beli masyarakat pengguna BBM.
Kitty menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keekonomian produk, kemampuan finansial konsumen, dan kondisi sosial masyarakat secara umum. Meskipun ada kenaikan harga, Pertamina Patra Niaga memastikan komitmen mereka untuk senantiasa menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan tidak akan goyah.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau agar masyarakat bijak dalam menggunakan BBM. Konsumen disarankan untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan dan memilih jenis bahan bakar yang tepat sesuai spesifikasi kendaraan masing-masing. Hal ini penting demi memastikan penggunaan produk BBM yang efektif dan tepat sasaran.
Berikut adalah rincian harga baru BBM non-subsidi yang berlaku per 1 September 2026:
- Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp 19.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp 18.300.
- Dexlite mengalami kenaikan signifikan dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter.
- Pertamina Dex juga melonjak dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.


