faktual.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini mengungkap rincian mengejutkan terkait alokasi anggaran kementeriannya untuk pagu tahun 2027. Dari total pagu sebesar Rp27,37 triliun, Bahlil menegaskan bahwa porsi terbesar, yakni 82 persen atau sekitar Rp22,51 triliun, akan sepenuhnya dikucurkan untuk program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat. Sementara itu, belanja operasional instansi hanya menyedot 12 persen dari total anggaran.
Dalam rapat kerja Komisi XII, Bahlil menjelaskan bahwa komitmen ini adalah wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki agar anggaran pemerintah lebih banyak dialirkan untuk kemaslahatan masyarakat. "Anggaran operasional kami sangat minim, hanya 12 persen. Selebihnya, 82 persen kita alokasikan penuh untuk program prorakyat dan pembangunan infrastruktur," ujarnya, menekankan prioritas kementeriannya. Selain itu, sekitar 5 persen atau Rp1,31 triliun dialokasikan untuk kegiatan publik nonfisik.

Bahlil juga menegaskan adanya pengetatan signifikan dalam pengeluaran internal. "Urusan perjalanan dinas, rapat-rapat yang tidak perlu, semuanya kami perkecil. Ini bagian dari upaya menerjemahkan arahan Bapak Presiden kepada kami sebagai Menteri ESDM," tambahnya, menandakan era baru efisiensi dan fokus pada pelayanan publik.
Salah satu fokus utama dalam rancangan anggaran ini adalah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), yang menerima alokasi terbesar senilai Rp11,34 triliun. Dana ini akan digunakan untuk proyek strategis seperti pembangunan pipa gas yang membentang dari Sumatera hingga Jawa, serta pengembangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini menjadi beban.
Selain Migas, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan juga mendapat porsi besar kedua dengan alokasi Rp10,45 triliun. Sementara itu, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) memperoleh Rp1,82 triliun, menunjukkan komitmen terhadap transisi energi. Beberapa unit kerja lain seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mendapatkan Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,83 miliar, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Rp702,53 miliar, turut berkontribusi dalam mendukung visi besar Kementerian ESDM.


