faktual.news – PT Bank Central Asia Tbk BCA akhirnya angkat bicara menanggapi rumor panas yang beredar luas di media sosial. Isu mengenai konglomerat asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang disebut-sebut bakal mengakuisisi saham bank swasta terbesar itu dipastikan tidak benar.
Hera F Haryn Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA secara tegas membantah desas-desus tersebut. Menurutnya informasi mengenai adanya rencana langkah korporasi spesifik terhadap BCA yang viral di jagat maya tidaklah memiliki dasar kebenaran. Pernyataan ini sekaligus meredakan spekulasi yang sempat membuat geger publik.

BCA mendesak nasabah dan masyarakat luas untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi. Pihak bank menyarankan agar setiap kabar terkait BCA diakses hanya melalui saluran resmi perusahaan atau media massa yang kredibel. Hal ini penting demi menghindari penyebaran berita bohong yang dapat menyesatkan.
Hera juga menegaskan bahwa BCA senantiasa menjalankan operasionalnya dengan berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian integritas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Komitmen ini menjadi jaminan bagi kepercayaan nasabah dan stabilitas perbankan.
Sebelumnya rumor akuisisi saham BCA oleh Haji Isam mencuat dari unggahan di beberapa akun edukasi dan komunitas investasi saham di platform Instagram. Meskipun unggahan tersebut juga menyatakan bahwa informasi itu masih sebatas rumor namun tetap saja memicu perbincangan hangat.
Sebagai informasi BCA merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dengan kode saham BBCA di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham pengendali BCA saat ini adalah PT Dwimuria Investama Andalan sebuah perusahaan yang terafiliasi erat dengan keluarga Hartono. Struktur kepemilikan ini menegaskan posisi BCA yang stabil dan terkelola dengan baik.


