Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS

    25-09-2026 - 23.55

    Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus

    25-09-2026 - 23.20

    Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag

    25-09-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
    • Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus
    • Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag
    • Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI
    • Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium
    • Krisis Dana Pensiun BUMN Danantara Turun Tangan
    • 3 KRL INKA Siap Angkut Jutaan Penumpang
    • Rupiah Menggila Dolar AS Tersungkur
    Faktual News
    Home - Market - Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium
    Market

    Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium

    25-09-2026 - 18.5503 Mins Read0
    mendag siap sikat mafia beras premium

    faktual.news – Polemik keterbatasan pasokan beras premium di sejumlah ritel modern belakangan ini memicu respons serius dari pemerintah. Menteri Perdagangan Budi Santoso langsung bergerak cepat, mengintensifkan komunikasi dengan para pengusaha ritel. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat, sekaligus menelusuri akar masalah di balik fenomena yang meresahkan ini.

    Budi Santoso menegaskan bahwa semua produsen dan pedagang beras memiliki kesempatan yang sama untuk memasok produknya ke jaringan ritel modern. Kemendag, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak ritel guna mengoptimalkan penyerapan pasokan beras dari berbagai sumber. "Kami berikan akses setara bagi semua, dan ritel modern pun terbuka. Komunikasi intensif akan terus berjalan," ujar Budi di Tangerang.

    Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sebagai solusi konkret, Perum Bulog telah menyiapkan sekitar satu juta ton beras premium yang kini dalam proses distribusi ke berbagai gerai ritel modern. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa mekanisme pasokan ini murni business-to-business (B2B). Ritel modern, kata Iqbal, akan menyerap beras dari produsen manapun asalkan memenuhi standar kualitas dan mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Iqbal juga meminta masyarakat tidak panik. Ia meyakini pasokan beras akan segera kembali normal dan menegaskan bahwa situasi saat ini bukan kelangkaan total. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tegasnya. Menurut Iqbal, yang terjadi lebih pada terbatasnya variasi merek atau preferensi tertentu di rak-rak supermarket, bukan berarti stok beras secara keseluruhan hilang. Ketersediaan beras di pasar rakyat, misalnya, tetap terjaga.

    Namun, di balik upaya pemerintah ini, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyuarakan dugaan adanya "pemain nakal" di balik polemik beras premium. Amran merasa aneh dengan kelangkaan di ritel, mengingat stok beras nasional diklaim melimpah ruah. "Bagaimana bisa beras langka? Padahal stok kita cukup," tanyanya retoris.

    Amran menyoroti harga beras yang justru lebih murah di pasar tradisional, memperkuat dugaannya bahwa ada pihak yang sengaja mempermainkan pasokan dan harga di ritel modern. Ia mendesak agar kondisi ini ditelusuri tuntas. "Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi ini untuk bermain atau berlaku curang," ujarnya. Bahkan, Amran secara blak-blakan mengaitkan persoalan ini dengan praktik curang tata niaga beras yang pernah ditemukan sebelumnya, termasuk dugaan pelanggaran pada beras fortifikasi.

    "Ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat. Itu penipuan, karena yang diambil adalah hak rakyat," tegas Amran, mengacu pada kerugian besar akibat praktik ilegal tersebut. Ia memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam dan siap menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melanggar. Sanksi yang menanti bisa berupa moratorium, pencabutan izin, hingga proses hukum.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS

      25-09-2026 - 23.55

      Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus

      25-09-2026 - 23.20

      Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag

      25-09-2026 - 21.55

      Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI

      25-09-2026 - 21.20

      Krisis Dana Pensiun BUMN Danantara Turun Tangan

      25-09-2026 - 18.20

      3 KRL INKA Siap Angkut Jutaan Penumpang

      25-09-2026 - 16.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
      • Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus
      • Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag
      • Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI
      • Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.