Faktual.news – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Agustus 2026, bank berlogo pita emas ini tercatat telah mengucurkan dana KUR sebesar Rp29,53 triliun. Menariknya, mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 64,48 persen dari total penyaluran tersebut mengalir langsung ke sektor produksi. Angka ini mencerminkan strategi Bank Mandiri yang ingin memastikan bahwa modal yang diberikan mampu menciptakan nilai tambah yang nyata. Jika dilihat secara keseluruhan, realisasi penyaluran hingga delapan bulan pertama tahun 2026 ini telah mencapai 72,03 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp41 triliun.

Penyaluran dana tersebut telah menjangkau sedikitnya 223.284 debitur UMKM di seluruh pelosok Indonesia. Secara rinci, sektor produksi menerima porsi terbesar yakni Rp19,04 triliun, sementara sisanya sebesar Rp10,48 triliun atau 35,52 persen dialokasikan untuk sektor nonproduksi.
Jika dibedah lebih dalam, sektor pertanian menjadi primadona penerima KUR dengan nilai mencapai Rp9,84 triliun atau menyumbang 33,32 persen dari total penyaluran. Disusul oleh sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun (21,92 persen) dan industri pengolahan senilai Rp2,28 triliun (7,75 persen). Selain itu, sektor perikanan juga mendapatkan porsi Rp424 miliar, sementara sektor pertambangan menerima Rp14,62 miliar.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menjelaskan bahwa fokus pada sektor produksi bukan tanpa alasan. Menurutnya, sektor ini memiliki peran krusial dalam menyerap tenaga kerja dan mendukung ketahanan pangan nasional.
"Ketika UMKM, khususnya pada sektor produksi, mengalami pertumbuhan, maka akan tercipta peluang pemerataan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional," ujar Bayu dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa akses pembiayaan ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas dan memperkuat kapasitas usaha mereka agar dapat berkembang dalam ekosistem yang lebih luas.
Meski penyaluran dana dilakukan secara masif, Bank Mandiri tetap menjaga kualitas kredit dengan sangat ketat. Hingga 31 Agustus 2026, angka non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah tetap terjaga di level yang sehat, yakni di bawah 1 persen.
Sejak pertama kali memulai program KUR pada tahun 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan total dana kumulatif sebesar Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Capaian ini sejalan dengan semangat HUT ke-28 Bank Mandiri yang bertema ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia’. Melalui sinergi dengan pemerintah dan berbagai lembaga, Bank Mandiri bertekad untuk terus memperluas inklusi keuangan dan memperkuat rantai pasok ekonomi di seluruh penjuru negeri.


