faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan tegas bahwa cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman, bahkan di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem. Menurut Amran, ketersediaan beras saat ini diperkirakan mampu menopang kebutuhan masyarakat Indonesia hingga sepuluh bulan ke depan.
Klaim optimis ini bukan tanpa dasar. Amran menjelaskan, perhitungan tersebut mengacu pada akumulasi berbagai sumber pasokan. Mulai dari tanaman padi yang masih berdiri di lahan (standing crop) yang diperkirakan mencapai hampir 4 juta ton, stok yang tersebar di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga, hingga cadangan strategis yang tersimpan di gudang Bulog. Secara total, Amran menyebut angka fantastis 26 juta ton beras siap memenuhi kebutuhan.

Dengan estimasi konsumsi beras nasional sekitar 2,6 juta ton setiap bulannya, hitungan matematis menunjukkan bahwa stok 26 juta ton tersebut secara teoritis akan mencukupi untuk sepuluh bulan. Amran juga menekankan bahwa periode ini akan bersinkronisasi dengan jadwal panen raya yang diperkirakan puncaknya pada bulan Maret. Ini berarti, pasokan baru akan masuk sebelum cadangan yang ada menipis, menjamin keberlanjutan ketersediaan.
Mengenai dampak El Nino, Mentan Amran memastikan bahwa efek kekeringan terhadap produksi pangan masih dalam batas yang dapat diantisipasi. Data terkini menunjukkan bahwa sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian mungkin terdampak, namun angka ini dinilai belum mengganggu stabilitas produksi secara nasional. Ia menegaskan bahwa kondisi produksi tetap aman berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.
Untuk menjaga produksi di musim kering, pemerintah telah menyiapkan serangkaian strategi mitigasi. Prioritas utama adalah penanaman di wilayah yang memiliki jaringan irigasi, di mana sekitar 3-4 juta hektare lahan irigasi telah direvitalisasi. Selain itu, pemerintah juga menyediakan benih unggul tahan kekeringan, mengaplikasikan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS), serta mengoptimalkan program pompanisasi untuk lahan yang memiliki akses sumber air.
Amran menegaskan bahwa langkah-langkah proaktif ini diambil untuk memastikan El Nino tidak menghambat siklus tanam dan produksi pangan. Bagi petani yang lahannya terdampak kekeringan, pemerintah telah menyiapkan paket bantuan komprehensif. Bantuan ini meliputi benih gratis, dukungan pengolahan lahan, penyediaan alat mesin pertanian, hingga fasilitas pompanisasi. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di seluruh negeri.


