Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bea Cukai Gagalkan Ekspor Emas Ilegal Fantastis

    16-09-2026 - 08.20

    Atap Beracun Terancam Jutaan Genteng UMKM Siap

    16-09-2026 - 05.55

    Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan

    16-09-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Bea Cukai Gagalkan Ekspor Emas Ilegal Fantastis
    • Atap Beracun Terancam Jutaan Genteng UMKM Siap
    • Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan
    • Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh
    • Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan
    • KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub
    • Bea Cukai Bocorkan Perintah Menkeu Baru Tak Berubah
    • Wajib Tahu Tol Yogya Bawen Seksi 6 Buka November
    Faktual News
    Home - Market - Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan
    Market

    Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan

    16-09-2026 - 05.2002 Mins Read0
    indonesia darurat kumuh ahy bongkar data mengejutkan

    faktual.news – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan terkait kondisi permukiman di Tanah Air. Ia mengungkapkan adanya sekitar 7.000 area kumuh yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, sebuah fakta yang menuntut perhatian serius dan penanganan komprehensif.

    AHY menjelaskan, ribuan zona permukiman tak layak huni ini memerlukan intervensi mendalam demi menghadirkan taraf hidup yang lebih baik bagi warganya. Dari total tersebut, mayoritas atau sekitar 5.620 kawasan masuk dalam kategori ringan, sementara sekitar 100 area terklasifikasi berat, dan sisanya berada pada klasifikasi sedang. Penentuan kategori ini didasarkan pada karakteristik unik masing-masing wilayah, mulai dari permukiman di tepi sungai, daerah rawan bencana, hingga kawasan dengan kepadatan penduduk ekstrem.

    Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Kurang lebih ada 7.000 kawasan di Indonesia dengan beragam klasifikasi. Yang tergolong berat ada sekitar 100, namun yang paling banyak adalah kategori ringan dengan 5.620 lokasi," ujar AHY dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang berlangsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9).

    Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa upaya revitalisasi kawasan kumuh tidak boleh hanya sebatas menghilangkan label "kumuh" semata. Fokus utama haruslah pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, pendekatan yang akan diusung ke depan bersifat kolaborasi lintas sektor, menggandeng berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media, hingga komunitas lokal.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah memfokuskan program revitalisasi pada 16 kawasan prioritas. Proyek ini mencakup total luas 436 hektare yang tersebar di 16 provinsi, dengan target pengerjaan pada tahun 2026. "Pada tahun 2026, kita akan menggarap 16 kawasan seluas 436 hektare di 16 provinsi. Data detailnya akan dibagikan oleh Bapak Deputi, sehingga kita bisa bersama-sama mengawal program penanganan permukiman kumuh ini," tambahnya.

    Melalui orkestrasi kebijakan yang lebih terintegrasi, diharapkan penataan permukiman tidak lagi berjalan secara parsial antar sektor. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari visi pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

    Guna memastikan seluruh program berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah juga menyiapkan sebuah platform pengawasan digital berupa dashboard khusus. Sistem ini memungkinkan pemetaan dan pengawasan progres revitalisasi di setiap daerah, sekaligus berfungsi sebagai wadah interaksi dan pelaporan bagi masyarakat. "Dengan demikian, kita bisa memastikan setiap daerah, sesuai dengan tahun anggaran dan kewenangannya – apakah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota – benar-benar melaksanakan pekerjaan yang telah direncanakan," pungkas AHY.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Bea Cukai Gagalkan Ekspor Emas Ilegal Fantastis

      16-09-2026 - 08.20

      Atap Beracun Terancam Jutaan Genteng UMKM Siap

      16-09-2026 - 05.55

      Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh

      16-09-2026 - 02.55

      Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan

      16-09-2026 - 02.20

      KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub

      15-09-2026 - 23.55

      Bea Cukai Bocorkan Perintah Menkeu Baru Tak Berubah

      15-09-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Bea Cukai Gagalkan Ekspor Emas Ilegal Fantastis
      • Atap Beracun Terancam Jutaan Genteng UMKM Siap
      • Indonesia Darurat Kumuh AHY Bongkar Data Mengejutkan
      • Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh
      • Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.