Faktual.news – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil langkah tegas guna menjamin kualitas program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam upaya memperketat pengawasan, Sudaryono menginstruksikan seluruh jajaran struktural, mulai dari Koordinator Wilayah (Korwil) hingga Koordinator Kecamatan (Korcam), untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setiap hari.
Keputusan drastis ini diambil menyusul ditemukannya berbagai kendala di lapangan, mulai dari rendahnya tingkat kepatuhan personel hingga adanya oknum yang bekerja secara asal-asalan. Menurut Sudaryono, meskipun mayoritas petugas di lapangan telah menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi, tindakan tidak bertanggung jawab dari segelintir oknum berisiko merusak citra seluruh program dan menciptakan persepsi negatif di masyarakat.

"Semuanya seolah-olah buruk hanya karena satu atau dua oknum yang bermasalah, padahal mayoritas dari kita sudah bekerja dengan sangat baik. Hal ini bisa menyebabkan demoralisasi bagi petugas lain yang sudah bekerja keras," ujar Sudaryono melalui pernyataan resminya.
Sudaryono menekankan bahwa pengawasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab besar karena program MBG merupakan agenda strategis pemerintah. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam menjalankan tugas dapat mengancam keberhasilan program secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia mewajibkan para pejabat, termasuk Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas), untuk hadir langsung di lokasi dapur saat apel dilakukan guna memastikan pengawasan berjalan secara nyata.
Lebih lanjut, Sudaryono memberikan kritik tajam terhadap mentalitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam operasional dapur. Ia menyayangkan sikap petugas yang baru menunjukkan kedisiplinan setelah ada teguran atau sidak dari pusat. Ia menegaskan bahwa para petugas yang terlibat adalah orang-orang pilihan dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni, sehingga seharusnya memiliki integritas tinggi dalam bekerja.
"Korcam harusnya setiap hari melakukan sidak ke dapur rekan-rekan Anda. Jangan menunggu ada sidak dari pusat baru bersikap tertib. Jika memang SDM yang ada tidak bisa lagi dibina, maka kita harus mengambil tindakan tegas," tegasnya.
Selain masalah kedisiplinan, Sudaryono juga menyoroti adanya hambatan dalam sistem pelaporan. Ia menemukan banyak keluhan dari kepala SPPG maupun mitra dapur yang tidak terselesaikan karena laporan tersebut seringkali terhenti atau "mandek" di level menengah seperti KPPG atau Korwil. Untuk mengatasi hal ini, ia menginstruksikan agar seluruh pengaduan dari lapangan dapat langsung diteruskan ke Deputi Tauwas di kantor pusat agar proses penyelesaiannya dapat dipantau secara transparan.
Sebagai penutup, Kepala BGN ini memberikan peringatan keras bagi oknum yang terbukti melanggar aturan. Pihaknya tidak akan ragu untuk memberikan sanksi berat, mulai dari pencopotan jabatan hingga pemecatan, bagi mereka yang tidak mampu memenuhi standar kerja yang telah ditetapkan. Sudaryono juga mewajibkan penggunaan daftar periksa (check-list) dalam setiap kegiatan sidak guna memastikan seluruh aspek gizi dan kebersihan terpenuhi dengan sempurna.


