Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Waspada Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Bank

    04-10-2026 - 23.55

    Stok Beras Aman Meski Ada Penarikan Produk

    04-10-2026 - 23.20

    Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis

    04-10-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Waspada Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Bank
    • Stok Beras Aman Meski Ada Penarikan Produk
    • Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis
    • Misteri Kekerasan di KM Maulana 23 Terungkap
    • Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi
    • Konglomerat Rusia Terancam Kehilangan Harta
    • Penjualan Rumah Subsidi Merosot Tajam
    • Ukuran Tahu Tempe Mengecil Karena Biaya Bengkak
    Faktual News
    Home - Market - Penjualan Rumah Subsidi Merosot Tajam
    Market

    Penjualan Rumah Subsidi Merosot Tajam

    04-10-2026 - 14.2003 Mins Read0
    penjualan rumah subsidi merosot tajam

    Faktual.news – Sektor properti, khususnya segmen rumah subsidi, tengah menghadapi badai besar yang mengancam keberlangsungan para pengembang. Fenomena penurunan angka penjualan rumah subsidi tahun ini dilaporkan jauh lebih parah jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pelaku industri perumahan karena lesunya pasar yang tidak terduga.

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Ari Tri Priyono, mengungkapkan bahwa situasi saat ini jauh lebih sulit dibandingkan masa pandemi. Menurutnya, pada masa pandemi, sektor perumahan, terutama melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Namun, kondisi saat ini justru menunjukkan arah yang sebaliknya.

    Penjualan Rumah Subsidi Merosot Tajam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Berdasarkan data terbaru hingga akhir September, penyerapan rumah subsidi baru menyentuh angka 161.746 unit. Angka ini masih jauh dari target kuota yang telah disiapkan pemerintah, yakni sebanyak 350 ribu unit. Padahal, para pengembang sebelumnya optimis bahwa penyerapan melalui skema KPR FLPP dapat menembus lebih dari 200 ribu unit pada akhir tahun ini.

    Ari menegaskan bahwa akar permasalahan utama bukanlah pada sisi pasokan atau supply. Para pengembang sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk membangun rumah dalam jumlah besar. Masalah utamanya terletak pada sisi permintaan atau demand yang sangat lemah. Masyarakat seolah kehilangan minat dan daya beli untuk memiliki hunian melalui skema subsidi.

    Ada dua faktor utama yang menjadi biang kerok merosotnya minat masyarakat. Pertama adalah pergeseran gaya hidup generasi muda. Saat ini, orientasi generasi muda untuk memiliki rumah sudah mulai bergeser. Mereka cenderung lebih memilih mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari atau untuk keperluan gaya hidup seperti berlibur, daripada berkomitmen pada cicilan rumah jangka panjang.

    Kedua adalah kendala administratif perbankan terkait riwayat kredit. Banyak calon pembeli yang terganjal oleh catatan kredit macet akibat pinjaman online (pinjol) yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski OJK telah mengeluarkan kebijakan relaksasi dengan mengecualikan tunggakan di bawah Rp1 juta dari catatan SLIK, hal ini dinilai belum memberikan dampak signifikan. Menurut Ari, perbankan masih bersikap sangat hati-hati dalam menyalurkan kredit, sehingga kebijakan relaksasi tersebut belum mampu mendorong kenaikan minat beli secara nyata.

    Kondisi ini terasa semakin ironis mengingat pemerintah sebenarnya telah memberikan berbagai stimulus besar. Mulai dari pembebasan pajak 100 persen untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar yang diperpanjang hingga 2027, bunga KPR subsidi tetap sebesar 5 persen, hingga kemudahan uang muka dan tenor hingga 40 tahun. Namun, semua insentif tersebut belum mampu membangkitkan kembali gairah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk membeli rumah.

    Situasi semakin memprihatinkan karena muncul fenomena baru di lapangan. Banyak konsumen yang sudah terlanjur mengambil KPR subsidi kini mulai kesulitan membayar cicilan. Hal ini memicu maraknya kasus penghentian pembayaran, pengalihan kredit, hingga praktik jual beli rumah secara bawah tangan. Banyak pemilik rumah yang akhirnya memilih menjual rumah mereka atau kembali ke kampung halaman karena merasa terbebani oleh angsuran bulanan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Waspada Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Bank

      04-10-2026 - 23.55

      Stok Beras Aman Meski Ada Penarikan Produk

      04-10-2026 - 23.20

      Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis

      04-10-2026 - 21.55

      Misteri Kekerasan di KM Maulana 23 Terungkap

      04-10-2026 - 21.20

      Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi

      04-10-2026 - 18.55

      Konglomerat Rusia Terancam Kehilangan Harta

      04-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Waspada Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Bank
      • Stok Beras Aman Meski Ada Penarikan Produk
      • Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis
      • Misteri Kekerasan di KM Maulana 23 Terungkap
      • Harta Karun Laut Belu Kini Dilindungi

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.