Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Baru Ketahanan Pangan Nasional

    26-09-2026 - 12.55

    Bekali Siswa Ilmu Keuangan Sejak Dini

    26-09-2026 - 12.20

    Harmoni Papua Guncang Panggung Asian Games

    26-09-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Baru Ketahanan Pangan Nasional
    • Bekali Siswa Ilmu Keuangan Sejak Dini
    • Harmoni Papua Guncang Panggung Asian Games
    • Sektor Manufaktur Terancam Ekonomi Lesu
    • Kinerja FWD Insurance Melonjak Drastis
    • Misteri Rupiah Tanda Tangan Purbaya dan Perry
    • CIMB Niaga Borong Penghargaan Hijau Dunia
    • Geger 15 Bank Tutup OJK Cabut Izin Usaha
    Faktual News
    Home - Market - Sektor Manufaktur Terancam Ekonomi Lesu
    Market

    Sektor Manufaktur Terancam Ekonomi Lesu

    26-09-2026 - 10.2002 Mins Read0
    sektor manufaktur terancam ekonomi lesu

    Faktual.news – Kondisi sektor industri pengolahan atau manufaktur di Indonesia kini tengah berada dalam sorotan tajam. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan peringatan keras terkait tren penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang dinilai kian mengkhawatirkan. Penurunan ini dianggap sebagai sinyal merah bagi stabilitas ekonomi jangka panjang jika tidak segera ditangani dengan kebijakan yang tepat.

    Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan mengenai sejarah kontribusi sektor ini. Jika menilik ke belakang, pada era tahun 2000-an, sektor manufaktur merupakan tulang punggung ekonomi yang sangat kuat dengan kontribusi mencapai angka 29 persen terhadap PDB. Namun, realita saat ini menunjukkan kondisi yang sangat kontras. Angka tersebut telah merosot tajam hingga menyentuh kisaran 19 persen saja.

    Sektor Manufaktur Terancam Ekonomi Lesu
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Lebih memprihatinkan lagi, Bob menjelaskan bahwa jika angka kontribusi sektor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dikeluarkan dari perhitungan, maka porsi manufaktur sebenarnya hanya berkisar di angka 16 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan ekonomi kita terhadap komoditas tertentu masih sangat tinggi, sementara sektor pengolahan nilai tambah lainnya justru mengalami stagnasi atau bahkan penyusutan.

    Menurut Apindo, penurunan ini bukan tanpa sebab. Salah satu faktor yang disoroti adalah dampak dari regulasi yang ada, termasuk implementasi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai berdampak pada iklim industri. Apindo menekankan bahwa penguatan sektor manufaktur adalah syarat mutlak jika pemerintah ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, yakni hingga mencapai angka 8 persen. Tanpa industri pengolahan yang tangguh, target pertumbuhan tinggi tersebut akan sulit terealisasi.

    Selain masalah angka pertumbuhan, sektor manufaktur memiliki peran krusial dalam aspek sosial, yakni sebagai penyedia lapangan kerja formal yang masif. Ketika industri manufaktur melemah, risiko pengangguran dan beralihnya tenaga kerja ke sektor informal akan meningkat, yang pada akhirnya dapat membebani ketahanan ekonomi masyarakat.

    Sebagai solusi, Apindo mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang dianggap menghambat laju perkembangan industri. Salah satu rekomendasi utama adalah melakukan revisi pada aturan ketenagakerjaan dengan mengadopsi prinsip flexicurity. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara fleksibilitas bagi dunia usaha dalam mengelola sumber daya manusia dan jaminan perlindungan yang memadai bagi para pekerja.

    Bob Azam menegaskan bahwa regulasi ketenagakerjaan tidak boleh dibuat secara terisolasi. Perlu ada sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari sektor industri hingga perdagangan, agar tercipta ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif. Pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tidak hanya berpihak pada satu sisi, tetapi mampu menggerakkan roda industri nasional secara menyeluruh.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Baru Ketahanan Pangan Nasional

      26-09-2026 - 12.55

      Bekali Siswa Ilmu Keuangan Sejak Dini

      26-09-2026 - 12.20

      Harmoni Papua Guncang Panggung Asian Games

      26-09-2026 - 10.55

      Kinerja FWD Insurance Melonjak Drastis

      26-09-2026 - 08.55

      Misteri Rupiah Tanda Tangan Purbaya dan Perry

      26-09-2026 - 08.20

      CIMB Niaga Borong Penghargaan Hijau Dunia

      26-09-2026 - 06.10
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Baru Ketahanan Pangan Nasional
      • Bekali Siswa Ilmu Keuangan Sejak Dini
      • Harmoni Papua Guncang Panggung Asian Games
      • Sektor Manufaktur Terancam Ekonomi Lesu
      • Kinerja FWD Insurance Melonjak Drastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.