Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Fantastis

    29-09-2026 - 16.55

    Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global

    29-09-2026 - 16.20

    Gaji PPPK Daerah Kini Ditanggung Pusat

    29-09-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Fantastis
    • Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global
    • Gaji PPPK Daerah Kini Ditanggung Pusat
    • Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Sintang
    • Anggaran Negara 2027 Resmi Disahkan
    • Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
    • Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram
    • Strategi Baru Pupuk Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global
    Market

    Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global

    29-09-2026 - 16.2002 Mins Read0
    rupiah tertekan di tengah gejolak global

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (29/9) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia ini terpantau menyentuh level Rp17.981 per dolar AS. Meskipun penurunan yang terjadi tergolong tipis, kondisi ini mencerminkan dinamika pasar keuangan global yang tengah penuh ketidakpastian.

    Secara teknis, mata uang Garuda mengalami penyusutan sebesar 3 poin atau setara dengan 0,02 persen jika dibandingkan dengan posisi perdagangan pada hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah fluktuasi mata uang negara-negara tetangga di kawasan Asia yang bergerak dengan arah yang beragam terhadap dolar AS.

    Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jika menilik pergerakan mata uang di Asia, terdapat perbedaan nasib yang cukup mencolok. Yuan China tercatat mengalami penguatan sebesar 0,10 persen, disusul oleh ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,09 persen, serta won Korea Selatan yang naik sebesar 0,14 persen. Sebaliknya, beberapa mata uang lain di kawasan ini justru mengalami tekanan. Peso Filipina melemah 0,06 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,14 persen, dan yen Jepang juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,02 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan yang signifikan.

    Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok mata uang negara-negara maju. Mayoritas mata uang utama dunia kompak melemah terhadap dominasi dolar AS. Euro Eropa mencatatkan penurunan sebesar 0,24 persen, diikuti oleh poundsterling Inggris yang melemah 0,17 persen. Selain itu, dolar Australia juga mengalami koreksi cukup dalam sebesar 0,43 persen, dolar Kanada turun 0,14 persen, dan franc Swiss melemah 0,25 persen.

    Menanggapi fenomena ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya mengenai penyebab utama tekanan terhadap rupiah. Menurutnya, ada dua faktor eksternal utama yang menjadi pemicu utama pelemahan ini, yakni meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta melonjaknya harga minyak dunia.

    "Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS karena tertekan oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed dan harga minyak dunia yang tetap tinggi," ungkap Lukman saat memberikan keterangannya kepada faktual.news.

    Meski demikian, Lukman juga menambahkan bahwa pelemahan rupiah tidak terjadi secara liar atau dalam skala yang ekstrem. Hal ini dikarenakan adanya langkah-langkah strategis yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi yang dilakukan BI di berbagai instrumen pasar, mulai dari pasar spot, pasar Non-Deliverable Forward (NDF), hingga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), terbukti mampu membatasi laju pelemahan mata uang Garuda agar tetap terkendali di tengah gempuran dolar AS.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Fantastis

      29-09-2026 - 16.55

      Gaji PPPK Daerah Kini Ditanggung Pusat

      29-09-2026 - 14.55

      Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Sintang

      29-09-2026 - 14.20

      Anggaran Negara 2027 Resmi Disahkan

      29-09-2026 - 12.55

      Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

      29-09-2026 - 12.20

      Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram

      29-09-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Fantastis
      • Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global
      • Gaji PPPK Daerah Kini Ditanggung Pusat
      • Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Sintang
      • Anggaran Negara 2027 Resmi Disahkan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.