Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput. Salah satu poin yang mencuri perhatian publik adalah besaran pendapatan bagi para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang diproyeksikan cukup menjanjikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa gaji yang akan diterima oleh para manajer tersebut berada di rentang Rp6,3 juta hingga Rp8,3 juta setiap bulannya. Angka ini bukanlah angka sembarangan, melainkan hasil perhitungan matang yang mempertimbangkan beban kerja serta kondisi geografis tempat mereka bertugas.

Zulhas, sapaan akrab sang menteri, menjelaskan bahwa penentuan nominal gaji tersebut sangat bergantung pada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah masing-masing. Hal ini dilakukan agar terjadi keadilan bagi para pekerja, terutama mereka yang ditempatkan di wilayah terpencil dengan biaya hidup yang berbeda.
"Tanggung jawab mereka sangat besar untuk membangun ekonomi desa. Oleh karena itu, besaran pendapatan disesuaikan dengan daerahnya, mengikuti UMK setempat. Rentang Rp6,3 juta sampai Rp8,3 juta itu sudah mencakup seluruh komponen pendapatan, sudah merangkap semuanya," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (29/9).
Terkait status kepegawaian, para manajer ini nantinya akan berstatus sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka akan bernaung di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Artinya, para manajer ini akan menjalani masa kontrak kerja selama dua tahun.
Target pemerintah sangat ambisius. Penempatan para manajer ini diharapkan rampung pada 1 Oktober mendatang. Begitu para manajer resmi bertugas, Kopdes Merah Putih tidak hanya akan menjadi wadah koperasi biasa, tetapi juga akan menjadi ujung tombak penyaluran berbagai program strategis pemerintah.
Beberapa komoditas dan layanan penting yang akan dikelola melalui Kopdes meliputi penyaluran pupuk, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga distribusi LPG 3 kilogram. Tak hanya itu, koperasi ini juga akan menyediakan layanan keuangan seperti BRILink, Mekaar, hingga kemudahan pembayaran listrik bagi warga desa.
Pemerintah telah menyusun jadwal evaluasi yang ketat. Setelah manajer mulai bekerja, evaluasi pertama akan dilakukan pada 7 Oktober untuk meninjau kesiapan manajer di lapangan. Selanjutnya, pada 15 Oktober, pemerintah akan mulai memperkenalkan operasional penuh Kopdes kepada masyarakat luas. Meski demikian, Zulhas menekankan bahwa implementasi ini akan dilakukan secara bertahap agar setiap koperasi dapat berjalan dengan optimal sesuai fungsinya.


