Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram

    29-09-2026 - 10.55

    Strategi Baru Pupuk Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas

    29-09-2026 - 10.20

    Strategi Baru BI Jaga Rupiah

    29-09-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram
    • Strategi Baru Pupuk Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas
    • Strategi Baru BI Jaga Rupiah
    • Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS
    • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis
    • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
    • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    Faktual News
    Home - Market - Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram
    Market

    Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram

    29-09-2026 - 10.5503 Mins Read0
    ekonomi global 2026 diprediksi suram

    Faktual.news – Kondisi perekonomian dunia diprediksi akan menghadapi masa-masa sulit dalam dua tahun ke depan. Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memberikan peringatan mengenai prospek ekonomi global yang diperkirakan akan mengalami fase suram atau gloomy pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh berbagai ketidakpastian yang masih membayangi peta politik dan ekonomi internasional.

    Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Destry menjelaskan bahwa tekanan ekonomi ini bersumber dari konflik geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan di kawasan Timur Tengah serta perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina menjadi faktor utama yang mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

    Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Saya gambarkan bahwa prospek ekonomi 2026 ini secara global memang agak suram. Namun demikian, di 2027 diperkirakan akan ada perbaikan," ungkap Destry di hadapan para anggota dewan, Senin (28/9).

    Menurut Destry, konflik geopolitik yang berkepanjangan ini memicu efek domino yang merugikan. Salah satu dampak paling nyata adalah melonjaknya harga komoditas energi dunia, terutama minyak dan gas. Kenaikan harga energi ini secara otomatis memicu tekanan inflasi global yang saat ini diperkirakan menyentuh angka 4,6 persen.

    Kondisi inflasi yang tinggi memaksa bank sentral di berbagai belahan dunia untuk mengambil langkah agresif dengan memperketat kebijakan moneter. Sebagai contoh, The Federal Reserve (The Fed) dilaporkan telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September 2026. Kebijakan suku bunga tinggi ini menciptakan fenomena higher for longer, di mana suku bunga tetap berada di level tinggi dalam jangka waktu yang lama.

    Situasi ini memicu fenomena flight to quality, di mana investor cenderung menarik modal mereka dari negara-negara berkembang (emerging markets) dan memindahkannya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS dan emas. Destry menekankan bahwa fenomena ini dapat memberikan tekanan signifikan terhadap aliran modal masuk serta neraca pembayaran negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Meski memberikan peringatan mengenai tahun 2026, Destry membawa kabar optimis untuk tahun 2027. Ia memprediksi ekonomi global akan mulai bangkit apabila tensi konflik geopolitik mulai mereda. Perbaikan kondisi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih kuat.

    Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global dapat mencapai 3,4 persen pada 2027, meningkat dari proyeksi 3 persen pada tahun 2026. Prediksi ini sejalan dengan pandangan lembaga keuangan internasional lainnya. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan berada di angka 2,8 persen pada 2027, naik dari proyeksi 2,5 persen pada 2026. Sementara itu, IMF memproyeksikan pertumbuhan sebesar 3,4 persen pada 2027, yang juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Baru Pupuk Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas

      29-09-2026 - 10.20

      Strategi Baru BI Jaga Rupiah

      29-09-2026 - 08.55

      Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS

      29-09-2026 - 08.20

      Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

      29-09-2026 - 05.55

      Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

      29-09-2026 - 05.20

      Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

      29-09-2026 - 02.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Ekonomi Global 2026 Diprediksi Suram
      • Strategi Baru Pupuk Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas
      • Strategi Baru BI Jaga Rupiah
      • Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS
      • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.