Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Baru BI Jaga Rupiah

    29-09-2026 - 08.55

    Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS

    29-09-2026 - 08.20

    Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

    29-09-2026 - 05.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Baru BI Jaga Rupiah
    • Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS
    • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis
    • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
    • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
    • Nasib Manajer Kopdes Merah Putih
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru BI Jaga Rupiah
    Market

    Strategi Baru BI Jaga Rupiah

    29-09-2026 - 08.5502 Mins Read0
    strategi baru bi jaga rupiah

    Faktual.news – Bank Indonesia (BI) secara resmi melakukan perubahan strategi dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bank sentral kini mulai membatasi porsi intervensi langsung di pasar spot, yang selama ini menjadi instrumen utama dalam meredam volatilitas mata uang nasional.

    Berdasarkan keterangan terbaru, porsi intervensi di pasar spot kini telah menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 30 persen dari total keseluruhan langkah intervensi yang dilakukan oleh otoritas moneter. Perubahan kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan cadangan devisa (cadev) negara agar tidak terkuras terlalu dalam.

    Strategi Baru BI Jaga Rupiah
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pengurangan intervensi di pasar spot ini merupakan keputusan yang terukur. Sebelumnya, BI sangat dominan melakukan intervensi melalui pasar spot karena mekanisme ini memungkinkan bank sentral untuk langsung menjual dolar AS guna menekan penguatan dolar. Namun, metode ini memiliki konsekuensi langsung terhadap jumlah cadangan devisa yang dimiliki negara.

    "Kami sudah sangat mengurangi intervensi yang bersifat mahal, yaitu melalui pasar spot. Saat ini, jumlahnya hanya sekitar 30 persen dari total intervensi yang kami lakukan. Sisanya dialokasikan melalui instrumen lain seperti DNDF, NDF, dan spot," ujar Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta.

    Alih-alih mengandalkan penjualan dolar secara langsung, BI kini lebih mengedepankan penggunaan instrumen pasar kontrak berjangka valuta asing. Dua instrumen utama yang kini menjadi fokus adalah Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF). Menurut Destry, penggunaan instrumen derivatif ini dinilai jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar tanpa harus menguras cadangan devisa secara masif.

    Meskipun strategi ini dianggap lebih efisien, BI mengakui bahwa tantangan terhadap stabilitas rupiah tetap besar. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan dari faktor fundamental dan struktural yang sedang dibahas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), khususnya dengan Kementerian Keuangan.

    Destry menekankan bahwa Bank Indonesia tidak bisa terus-menerus mengandalkan intervensi pasar untuk menjaga nilai tukar. Sebab, pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh sentimen global maupun kondisi domestik yang dinamis. Oleh karena itu, stabilitas rupiah jangka panjang sangat bergantung pada penguatan fundamental ekonomi nasional, terutama dari sisi sektor eksternal.

    "Jika sektor eksternal kita masih lemah, maka akan sangat berat bagi kami. Karena itu, kami terus berkoordinasi untuk mendorong program-program yang dapat meningkatkan ekspor serta menarik investasi, baik itu investasi riil maupun investasi portofolio," pungkas Destry. Dengan penguatan ekonomi dari sisi eksternal, diharapkan ketergantungan terhadap intervensi pasar dapat semakin berkurang di masa mendatang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS

      29-09-2026 - 08.20

      Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

      29-09-2026 - 05.55

      Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

      29-09-2026 - 05.20

      Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

      29-09-2026 - 02.55

      Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru

      29-09-2026 - 02.20

      Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap

      28-09-2026 - 23.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Baru BI Jaga Rupiah
      • Dana Jumbo Rp20 Triliun Segera Cair ke BPJS
      • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis
      • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
      • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.