Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

    29-09-2026 - 05.55

    Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

    29-09-2026 - 05.20

    Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

    29-09-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis
    • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
    • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
    • Nasib Manajer Kopdes Merah Putih
    • Aturan Baru Short Selling di BEI
    • Strategi Besar Pemerintah Perkuat Pangan
    Faktual News
    Home - Market - Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    Market

    Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

    29-09-2026 - 05.2003 Mins Read0
    harga cabai meroket akibat kemarau

    Faktual.news – Warga di wilayah Kabupaten Tangerang kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur. Fenomena kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pemasok telah memicu lonjakan harga komoditas cabai yang cukup signifikan di pasar tradisional. Salah satunya terjadi di Pasar Gudang Tigaraksa, Banten, di mana harga cabai mengalami kenaikan drastis dalam beberapa pekan terakhir.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga ini paling terasa pada komoditas cabai rawit merah. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, kini telah melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp85.000 per kilogram. Tak hanya cabai rawit, cabai merah keriting pun tak luput dari kenaikan harga. Komoditas yang biasanya dibanderol Rp40.000 per kilogram tersebut kini harus dibayar sebesar Rp60.000 per kilogram oleh konsumen.

    Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Salah seorang pedagang cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Soleh (46), mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak beberapa minggu yang lalu. Menurutnya, lonjakan harga ini terjadi secara mendadak dan sangat terasa dampaknya karena mengikuti harga dari pasar induk.

    "Kenaikannya sudah terjadi beberapa minggu lalu, dan kenaikannya sangat drastis dari pasar induknya," ungkap Soleh saat ditemui pada Senin (28/9).

    Ia menjelaskan bahwa faktor utama di balik anjloknya ketersediaan stok di pasar adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Musim kemarau yang berkepanjangan telah mengganggu proses budidaya cabai di berbagai daerah. Banyak petani di wilayah Jawa Barat, yang merupakan pemasok utama cabai ke wilayah Tangerang, melaporkan mengalami kegagalan panen akibat kekeringan.

    "Karena sedang musim kemarau, masa tanam menjadi sangat sulit. Dampaknya, banyak tanaman cabai yang mati sebelum sempat dipanen," tambahnya.

    Kondisi ini menciptakan efek domino yang merugikan dua pihak sekaligus: pedagang dan konsumen. Soleh mengakui bahwa omzet penjualannya mengalami penurunan sekitar 30 persen akibat lonjakan harga tersebut. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun drastis. Konsumen yang biasanya membeli dalam jumlah banyak, kini mulai membatasi pembelian mereka.

    "Permintaan pasti turun kalau harga sedang mahal. Kalau biasanya orang belanja satu kilogram, sekarang paling kuat beli seperempat atau setengah kilogram saja. Mereka tidak sanggup lagi beli dalam jumlah banyak," jelasnya.

    Keluhan senada disampaikan oleh Tanti (37), seorang konsumen setia di pasar tersebut. Ia merasa sangat terbebani dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama bumbu dapur seperti cabai. Tanti berharap ada intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan harga agar tidak terus meroket.

    "Kalau bisa harganya dikurangi lagi, karena kebutuhan lain juga banyak yang naik. Kita harus mengatur pengeluaran dengan sangat ketat sekarang," keluh Tanti.

    Menghadapi situasi ini, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, baik melalui operasi pasar maupun pemantauan pasokan, guna menjaga stabilitas harga komoditas pangan selama musim kemarau ekstrem ini berlangsung.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis

      29-09-2026 - 05.55

      Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

      29-09-2026 - 02.55

      Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru

      29-09-2026 - 02.20

      Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap

      28-09-2026 - 23.55

      Nasib Manajer Kopdes Merah Putih

      28-09-2026 - 23.20

      Aturan Baru Short Selling di BEI

      28-09-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Subsidi BBM dan LPG 2027 Dipangkas Drastis
      • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
      • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
      • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
      • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.