faktual.news – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Rosan Perkasa Roeslani baru-baru ini meluncurkan proyek ambisius Indonesia Green Industrial Park IGIP di Morowali Sulawesi Tengah. Inisiatif raksasa ini digadang-gadang akan menjadi tonggak penting bagi kemajuan industri nasional dan pembukaan lapangan kerja berskala besar.
Fasilitas industri hijau tersebut berfokus pada pengembangan High Pressure Acid Leaching HPAL Sambalagi yang digawangi oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia BNSI. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan PT Vale Indonesia Tbk GEM Co Ltd dari Tiongkok dan EcoPro dari Korea Selatan. Rosan mengungkapkan bahwa pembangunan HPAL ini diperkirakan akan menyerap hingga 6000 tenaga kerja selama fase konstruksi dan sekitar 3600 pekerja saat operasional penuh mencakup kegiatan penambangan dan fasilitas pengolahan. Totalnya mencapai 9600 peluang kerja baru yang menjanjikan.

Pemerintah melalui Rosan memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen perusahaan dalam memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pengembangan fasilitas sosial program pelatihan bagi tenaga kerja lokal serta pendirian HPAL Research Center. Pusat penelitian ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi bangsa di masa depan.
Lebih lanjut Rosan menegaskan bahwa seluruh inovasi yang dihasilkan dari proyek ini akan dipatenkan di Indonesia. Program pengembangan sumber daya manusia juga mencakup pemberian beasiswa di bidang metalurgi bagi talenta-talenta terbaik Indonesia serta kerja sama riset laboratorium dengan berbagai perguruan tinggi di dalam negeri.
Dalam kesempatan yang sama Rosan menyambut kedatangan autoclave yang merupakan perangkat inti dari proyek HPAL Sambalagi. Ia menekankan bahwa apa yang sedang dibangun bukan sekadar fasilitas industri semata melainkan sebuah ekosistem hilirisasi yang komprehensif. Ini adalah fondasi untuk masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan seluruh Indonesia. Rosan menambahkan bahwa inilah esensi sejati dari hilirisasi yakni menciptakan nilai peluang dan harapan.
Proyek HPAL Sambalagi menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi di Indonesia kini telah memasuki babak yang lebih maju. Inisiatif ini tidak hanya menghasilkan nilai tambah dari mineral tetapi juga membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi kompetitif dan berkelanjutan. Rosan menyatakan bahwa Sambalagi HPAL menetapkan standar baru bukan sekadar mengikuti yang sudah ada. Proyek ini adalah simbol nyata bahwa kemitraan antara Indonesia Korea Selatan dan Tiongkok dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional yakni membangun kedaulatan sumber daya membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk melengkapi rantai nilai industri nikel nasional. Mulai dari produksi Mixed Hydroxide Precipitate MHP nikel sulfat prekursor material katoda aktif hingga baterai kendaraan listrik. Dengan demikian Indonesia tidak lagi sekadar pengekspor bahan mentah melainkan menjadi pemain kunci dalam jaringan pasok global kendaraan listrik. Klaster industri hijau ini telah dirancang dari hulu ke hilir dan HPAL adalah pintu gerbang utamanya.
Selain menghasilkan nilai tambah proyek ini juga dirancang dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan menuju target Net Zero Emissions sejak tahap perencanaan. Fasilitas HPAL akan memanfaatkan sistem pemanfaatan panas sisa atau waste heat recovery serta energi surya untuk mendukung operasional rendah karbon sejalan dengan target transisi menuju industri hijau.
Rosan menjelaskan bahwa autoclave berkapasitas 1268 meter kubik ini merupakan generasi terbaru. Berdasarkan data dari GEM Co Ltd selaku pelaksana konstruksi alat ini adalah unit dengan kapasitas terbesar yang pernah diterapkan pada fasilitas HPAL. Proyek ini akan mengolah bijih limonit menjadi MHP sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik dengan kapasitas produksi sekitar 90 ribu ton kandungan nikel per tahun.


