faktual.news – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan penting di Istana Kepresidenan Jakarta mengumpulkan sejumlah menteri dan pejabat tinggi. Diskusi strategis ini menyoroti masa depan industri tekstil dan alas kaki nasional yang krusial bagi perekonomian.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa rapat tersebut berfokus pada upaya penguatan sektor garmen dan sepatu di Indonesia. Pertemuan ini bukan sekadar membahas masalah, melainkan mencari terobosan inovatif untuk mendongkrak daya saing industri.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam rapat terbatas ini antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Investasi Rosan Roeslani Kepala BP BUMN Dony Oskaria serta Mendikti Saintek Brian Yuliarto. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merumuskan langkah konkret.
Arif Satria menambahkan bahwa BRIN siap memaparkan berbagai inovasi mutakhir yang siap mendukung pengembangan industri tekstil dan sepatu. Salah satu yang menarik perhatian adalah pemanfaatan limbah daun nanas yang diolah menjadi kain. Inovasi ini digadang-gadang mampu membuka peluang baru bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM di Tanah Air.
Tidak hanya itu BRIN juga tengah mempersiapkan solusi alas kaki cerdas. Mereka mengembangkan sepatu khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu memastikan setiap anak bisa bersekolah dengan layak. Lebih jauh lagi ada pengembangan sol dalam pintar atau smart insole sebuah teknologi canggih yang dirancang untuk memantau proses rehabilitasi penderita stroke. Sol ini diharapkan dapat membantu pasien dalam pemulihan mereka secara lebih efektif.
Di sektor tekstil BRIN juga berinovasi dalam pembuatan lilin malam batik. Mereka berhasil menciptakan lilin batik organik yang berasal dari limbah kelapa sawit. Terobosan ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menjadikan proses membatik lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berbagai inovasi ini diharapkan mampu membawa industri tekstil dan sepatu Indonesia ke era baru yang lebih maju dan berdaya saing global.


