Faktual.news – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan lapangan langsung ke sejumlah titik di Kabupaten Jember, Jawa Timur, guna memantau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proyek strategis pemerintah tersebut tidak hanya sekadar membangun bangunan fisik, tetapi benar-benar menyentuh akar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir.
Dalam kunjungannya pada Jumat (30/10), Trenggono menyambangi tiga lokasi berbeda yang menjadi fokus pembangunan, yakni KNMP Paseban di Kecamatan Kencong, KNMP Pugerkulon di Kecamatan Puger, dan KNMP Sumberejo di Kecamatan Ambulu. Ketiga wilayah ini merupakan bagian dari agenda besar pembangunan KNMP Tahap III yang direncanakan untuk tahun 2026. Uniknya, fasilitas yang dibangun di tiap lokasi akan disesuaikan dengan karakteristik alam dan kebutuhan spesifik dari masing-masing kawasan pesisir tersebut.

Trenggono menekankan bahwa indikator keberhasilan dari program KNMP bukan diukur dari megahnya infrastruktur yang berdiri, melainkan dari seberapa besar dampak ekonomi yang dirasakan oleh para nelayan. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan melalui program ini tepat sasaran dan mampu mendongkrak produktivitas sektor perikanan.
"Saya ingin memastikan secara langsung apakah program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai hanya membangun fisik, tapi tidak memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Trenggono di sela-sela peninjauannya.
Lebih lanjut, menteri menekankan pentingnya mendengar suara langsung dari para pelaku usaha perikanan. Menurutnya, masukan dari nelayan adalah kunci utama agar kebijakan pemerintah tidak meleset. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung nelayan agar bisa "naik kelas", yakni dari nelayan tradisional menjadi pelaku usaha perikanan yang lebih modern dan mandiri. Dukungan ini akan diberikan secara bertahap, mulai dari penyediaan sarana penangkapan hingga dukungan operasional saat mereka melaut.
Harapan besar juga datang dari masyarakat setempat. Muhammad, salah seorang nelayan di kawasan tersebut, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa selama ini kendala utama nelayan adalah sulitnya akses terhadap kebutuhan dasar melaut, seperti es batu untuk pengawetan ikan dan perlengkapan teknis lainnya.
Selama ini, nelayan harus menempuh jarak sekitar 2 hingga 3 kilometer hanya untuk mendapatkan pasokan es. Keberadaan fasilitas seperti cold storage, bengkel kapal, dan ketersediaan es di lokasi KNMP akan sangat membantu menjaga kualitas tangkapan ikan sehingga harga jualnya tetap tinggi.
"Dengan adanya KNMP ini, kami merasa sangat terbantu. Kami tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mencari es atau alat-alat melaut. Semua kebutuhan akan lebih dekat dan mudah diakses," ujar Muhammad dengan penuh optimisme.
Trenggono juga menitipkan pesan kepada para kepala desa dan perangkat daerah setempat agar bersinergi dalam mengawal pembangunan ini. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat lokal menjadi syarat mutlak agar fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.


