Faktual.news – Dunia industri gas di Indonesia tengah diselimuti awan mendung setelah kabar duka menyelimuti keluarga besar Samator Group. Presiden Komisaris Samator Group, Heyzer Harsono, dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat (30/10). Kepergian tokoh penting dalam industri gas ini meninggalkan duka mendalam bagi para kolega, mitra bisnis, hingga organisasi profesi yang pernah ia pimpin.
Kabar mengenai wafatnya Heyzer Harsono telah dikonfirmasi oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur. Melalui pernyataan resminya, organisasi tersebut menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat dalam atas berpulangnya sang tokoh. "Segenan keluarga besar BPD Hipmi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," tulis akun resmi @bpdhipmijatim dalam keterangan tertulisnya.

Heyzer Harsono dikenal sebagai sosok pemimpin visioner yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan industri gas di tanah air. Lahir pada tahun 1958, perjalanan kariernya di Samator Group merupakan bukti dedikasi yang luar biasa terhadap perusahaan. Ia telah lama meniti karier dari bawah hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak tahun 2021, dan rencananya akan terus mengawal arah kebijakan perusahaan hingga tahun 2025.
Sebelum mencapai puncak kepemimpinannya sebagai Komisaris Utama, Heyzer telah melewati berbagai fase krusial di dalam struktur perusahaan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Presiden Direktur Perseroan selama periode 2006 hingga 2018, sebuah masa di mana ia berperan penting dalam memperkuat fondasi bisnis Samator. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama pada periode 2018-2021, serta memimpin PT Krakatau Samator sebagai Presiden Direktur dari tahun 2013 hingga 2021.
Secara akademis, Heyzer merupakan sosok yang haus akan ilmu pengetahuan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Petra 2 Surabaya, ia terus memperdalam kapasitas manajerialnya dengan mengikuti Program Pengembangan Eksekutif "Strategic Action Program" di P2EB Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015. Bekal pendidikan dan pengalamannya ini membuatnya menjadi pakar yang aktif dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional, khususnya di bidang manajemen, gas industri, dan gas medis.
Tak hanya di dunia bisnis, Heyzer juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi olahraga dan industri lainnya. Ia pernah mengemban tanggung jawab besar sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) dan menjadi anggota Konfederasi Bola Voli Asia. Di sektor industri, ia juga berperan aktif sebagai Dewan Pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Dedikasi Heyzer Harsono yang luas ini menjadikannya sosok yang sangat dihormati di berbagai lini kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia.


