Faktual News – Bursa saham Indonesia menutup pekan terakhir tahun 2025 dengan gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025, berhasil mencetak kenaikan signifikan, melampaui 1 persen, dan bertengger kokoh di level 8.644,25 poin. Pencapaian ini menandai penguatan sebesar 1,25 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.537,91, memberikan sinyal positif menjelang pergantian tahun.
Data dari RTI Business menunjukkan optimisme investor begitu terasa di lantai bursa. Mayoritas saham berhasil membukukan kenaikan, dengan 464 saham menguat, berbanding 213 saham yang terkoreksi, dan 131 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga sangat semarak, tercatat sebanyak 41,10 miliar saham berpindah tangan melalui 2,75 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan total nilai perdagangan yang fantastis mencapai Rp22,84 triliun.

Gelombang penguatan ini tidak hanya terbatas pada IHSG. Seluruh indeks acuan domestik lainnya juga turut bergerak positif, mengindikasikan sentimen pasar yang solid. Indeks LQ45 naik 0,78 persen ke 852,05, diikuti oleh JII yang melesat 1,13 persen menjadi 582,18. Sementara itu, IDX30 menguat 0,77 persen ke 439,40, dan indeks Sri-Kehati juga tak ketinggalan dengan kenaikan 0,44 persen menjadi 383,42.
Performa sektor-sektor di bursa juga mayoritas menunjukkan tren hijau yang menggembirakan. Sektor siklikal memimpin dengan kenaikan impresif 3,70 persen, diikuti ketat oleh sektor infrastruktur yang menguat 3,33 persen. Sektor energi dan bahan baku juga tak kalah perkasa, masing-masing naik 3,17 persen dan 3,11 persen. Melengkapi deretan sektor unggulan, sektor transportasi melonjak 2,63 persen, serta sektor industrial yang tumbuh 1,94 persen.
Beberapa sektor lain seperti keuangan (+0,90%), properti (+0,84%), non-siklikal (+0,47%), dan kesehatan (+0,17%) juga turut menyumbang poin positif, meski dengan persentase yang lebih moderat. Namun, di tengah euforia kenaikan ini, hanya satu sektor yang harus rela berada di zona merah, yaitu sektor teknologi, yang melemah 1,17 persen. Saham raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu pendorong utama koreksi ini, dengan penurunan 1,54 persen.
Di antara hiruk pikuk perdagangan, beberapa saham berhasil mencuri perhatian. Saham-saham yang memimpin daftar top gainers antara lain PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Sebaliknya, top losers dihuni oleh PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL), menunjukkan minat investor yang tinggi pada emiten-emiten tersebut di akhir tahun.

