Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Selasa, 4 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi dengan penguatan signifikan, bertengger di level 8.146,71. Kenaikan sebesar 0,30 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.122,59 ini menandakan optimisme investor di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
Data dari RTI Business mencatat pergerakan yang cukup dinamis di lantai bursa. Sebanyak 301 saham berhasil melaju di zona hijau, menunjukkan performa positif. Namun, di sisi lain, 391 saham harus terkoreksi, sementara 125 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 45,44 miliar saham berpindah tangan dalam 2,89 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp25,74 triliun.
Sentimen positif tak hanya menyelimuti IHSG, melainkan juga merambah ke berbagai indeks domestik lainnya. Indeks IDX30 menguat 0,79 persen menjadi 433,26. Sri-Kehati tak ketinggalan, melonjak 1,21 persen ke 384,37. Demikian pula LQ45 yang naik 1,10 persen ke 832,79, dan JII yang tumbuh 0,35 persen, mencapai 545,25.
Meskipun demikian, gambaran sektoral menunjukkan pola yang lebih bervariasi. Sebagian besar sektor justru ditutup melemah. Sektor siklikal memimpin penurunan dengan koreksi 4,02 persen, diikuti sektor infrastruktur yang merosot 2,41 persen. Sektor non-siklikal juga terkoreksi 1,63 persen, energi turun 1,16 persen, properti melemah 0,79 persen, dan kesehatan minus 0,33 persen.
Namun, di tengah tekanan tersebut, beberapa sektor mampu menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sektor bahan baku tampil perkasa dengan kenaikan 3,32 persen. Sektor keuangan juga menunjukkan performa cemerlang, melesat 1,16 persen. Disusul sektor industrial yang menguat 0,72 persen, transportasi naik 0,17 persen, dan teknologi yang tipis menguat 0,03 persen.
Di antara gemuruh pasar, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers yang membawa keuntungan signifikan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi primadona yang paling banyak diburu investor.
Sebaliknya, saham-saham seperti PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) harus rela masuk daftar top losers pada penutupan perdagangan kali ini. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham-saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, menunjukkan tingginya minat transaksi pada ketiga emiten tersebut.
