Faktual News – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan awal pekan, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerukan ketenangan. Pejabat Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, atau akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa investor pasar modal tidak perlu panik di tengah gejolak yang terjadi. Ia meyakini, secara jangka panjang, fundamental dan prospek ekonomi Indonesia tetap sangat menjanjikan.
Pada penutupan perdagangan 2 Februari 2026, IHSG tercatat melemah signifikan 4,88 persen, merosot ke level 7.922,73 dari sebelumnya 8.329,60. Kiki menjelaskan bahwa penurunan ini lebih disebabkan oleh aksi rebalancing portofolio investor. Saham-saham yang sebelumnya sudah mencapai puncak harga, kini mengalami koreksi wajar sebagai bagian dari dinamika pasar.

"Jadi tolong jangan panik ya, tetap tenang dan kita semua di sini OJK, SRO (Self-Regulatory Organization), we are doing our job ya," ujar Kiki kepada media di Gedung BEI Jakarta. Ia menekankan komitmen OJK dan SRO dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar modal, memberikan jaminan kepada para pelaku pasar.
Di balik tekanan tersebut, Kiki juga menyampaikan kabar baik yang patut dicermati. Arus modal asing terpantau mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Setelah empat hari beruntun mencatat net sell, pada hari ini investor asing membukukan net foreign buy senilai Rp654,9 miliar. "Ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign," imbuhnya, menandakan kepercayaan investor global mulai pulih.
Sinyal positif lainnya terlihat dari performa saham-saham berfundamental kuat yang justru ditutup menguat. Contohnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,70 persen ke Rp7.600, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 0,52 persen ke Rp3.830. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor cerdas masih melirik saham-saham dengan fundamental yang kokoh, bahkan di tengah koreksi pasar yang terjadi.
"Itu kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik ya, cukup tapi naik gitu ya. Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini," pungkas Kiki, memberikan optimisme di tengah volatilitas pasar dan mengajak investor untuk fokus pada prospek jangka panjang.
Editor: Galih Pratama

