Faktual News – Pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/4), diwarnai sentimen negatif yang cukup kuat di lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan berbalik arah, dibuka melemah signifikan ke level 7.138,02. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,65 persen dari penutupan sebelumnya di 7.184,43, dengan mayoritas saham bergerak di zona merah pada pukul 09.06 WIB.
Data dari RTI Business mengindikasikan aktivitas pasar yang cukup dinamis meskipun cenderung negatif. Tercatat, sebanyak 2,65 miliar lembar saham telah berpindah tangan melalui 174 ribu kali frekuensi transaksi, dengan total nilai mencapai Rp1,41 triliun. Lebih lanjut, dominasi tekanan jual terlihat jelas dengan 285 saham mengalami koreksi, sementara hanya 222 saham yang berhasil menguat, dan 180 saham lainnya tetap stagnan.

Kondisi ini sedikit kontras dengan proyeksi awal dari Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia. Sebelumnya, mereka memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini, dengan level support di kisaran 6.961-7.074 dan resistance pada 7.295-7.413. Meskipun demikian, realitas pembukaan pasar menunjukkan adanya faktor-faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi pergerakan indeks.
Analis CGS International Sekuritas mengidentifikasi beberapa sentimen yang menjadi pendorong dan penghambat pasar. Di sisi positif, optimisme meredanya konflik di Timur Tengah yang turut mendorong penguatan mayoritas indeks utama di Wall Street, diperkirakan menjadi katalis kuat. Namun, sentimen negatif datang dari berlanjutnya aksi jual bersih (net sell) investor asing pada perdagangan kemarin, ditambah dengan pelemahan harga beberapa komoditas global yang turut menekan kinerja indeks.
Di tengah volatilitas pasar, CGS International Sekuritas tetap memberikan rekomendasi saham-saham yang dinilai berpotensi memberikan keuntungan (cuan) bagi investor. Beberapa di antaranya adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Dengan kombinasi sentimen global yang positif namun diimbangi tekanan domestik dan komoditas, pergerakan IHSG hari ini diprediksi akan tetap fluktuatif. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan lebih lanjut dan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika pasar.

