Faktual News – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya baru-baru ini menggelar pertemuan strategis dengan Chief Executive Officer (CEO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Hans Patuwo. Diskusi yang berlangsung intensif ini berpusat pada berbagai isu ekonomi domestik, dengan sorotan utama pada upaya peningkatan kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia.
Bertempat di kantor Seskab pada Jumat (22/5) malam, pertemuan tersebut menjadi ajang bagi Teddy untuk menyerap berbagai perspektif dari pimpinan salah satu raksasa teknologi tanah air. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (23/5), Teddy mengungkapkan bahwa ia telah menerima masukan berharga dari Hans, termasuk informasi mengenai basis pengemudi GoTo yang saat ini mencapai 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif. Angka ini merupakan bagian dari total sekitar 3 juta pengemudi yang pernah terdaftar sejak GoTo berdiri, mencakup pengemudi aktif, paruh waktu, hingga yang telah nonaktif.

Poin krusial yang mengemuka dalam diskusi adalah komitmen kuat GoTo untuk mendukung penuh program kerja pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Komitmen ini secara spesifik menargetkan peningkatan persentase pendapatan pengemudi dari setiap transaksi, yang sebelumnya 80 persen, menjadi 92 persen. "Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi," jelas Teddy, mengutip pernyataan dari pihak GoTo.
Teddy menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha akan terus diintensifkan guna merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan pengemudi. Ia juga menekankan visi Presiden Prabowo yang menginginkan peningkatan kesejahteraan pengemudi online berjalan selaras dengan keberlanjutan bisnis aplikator. Artinya, sementara pendapatan pengemudi harus meningkat, perusahaan aplikator juga diharapkan tetap memperoleh keuntungan yang wajar dan berkelanjutan dari operasional bisnis mereka.
Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menanggapi dinamika ekonomi digital dan memberikan harapan baru bagi jutaan pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Langkah konkret dari diskusi ini diharapkan segera terwujud menjadi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.


