Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aksi Seru Bumil Bandung Tetap Aktif Bergerak

    02-10-2026 - 10.55

    Harga Minyak Dunia Kembali Memanas

    02-10-2026 - 10.20

    Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya

    02-10-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Aksi Seru Bumil Bandung Tetap Aktif Bergerak
    • Harga Minyak Dunia Kembali Memanas
    • Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya
    • Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan
    • Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu
    • Harga Cabai dan BBM Picu Inflasi
    • Aturan Baru Pajak Perhiasan Segera Terbit
    • Mengenang Masa Kelam Inflasi 650 Persen
    Faktual News
    Home - Market - Harga Minyak Dunia Kembali Memanas
    Market

    Harga Minyak Dunia Kembali Memanas

    02-10-2026 - 10.2003 Mins Read0
    harga minyak dunia kembali memanas

    Faktual.news – Pasar energi global kembali menunjukkan volatilitas tinggi setelah harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Jumat (2/10). Setelah sempat tertahan di ambang level psikologis US$100 per barel, harga minyak kini mulai merangkak naik kembali seiring dengan ketidakpastian situasi geopolitik dan dinamika pasokan global yang saling bertolak belakang.

    Berdasarkan data terbaru, harga minyak mentah jenis Brent mengalami kenaikan sebesar 29 sen atau sekitar 0,28 persen, sehingga menyentuh angka US$102,60 per barel. Senada dengan Brent, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat penguatan tipis sebesar 27 sen atau 0,29 persen menjadi US$93,14 per barel. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari lonjakan signifikan yang terjadi pada perdagangan Kamis sebelumnya, di mana harga Brent sempat melonjak lebih dari US$4 per barel.

    Harga Minyak Dunia Kembali Memanas
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sentimen utama yang mendorong kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Laporan dari Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah merencanakan pengiriman tambahan pasukan militer serta kapal induk ke wilayah Timur Tengah. Langkah strategis ini diduga sebagai persiapan jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk melanjutkan aksi serangan terhadap Iran pasca pemilu sela di Amerika Serikat.

    Namun, analis pasar menilai kondisi saat ini cukup kompleks karena pasar sedang mencerna berbagai sinyal yang saling berlawanan. Tim Waterer, Analis Utama di KCM Trade, menyatakan bahwa pasar sedang berada dalam fase mencerna serangkaian informasi yang sangat beragam pekan ini. Menurutnya, prospek ekspor dari Arab Saudi yang membaik menjadi faktor penyeimbang di tengah kekhawatiran pasar akibat peningkatan militer AS di Teluk serta kebijakan pembatasan ekspor bahan bakar oleh China.

    Di sisi lain, China juga menjadi faktor krusial yang memengaruhi harga. Beijing dilaporkan kembali memperketat aturan ekspor bahan bakar, termasuk diesel, bensin, dan bahan bakar pesawat secara bulanan. Saat ini, izin ekspor untuk kilang-kilang besar di luar wilayah Hongkong dan Makau dilaporkan belum diberikan selama masa libur pekan ini. Belum ada kepastian apakah izin ekspor tersebut akan dilonggarkan kembali setelah masa libur berakhir pada Rabu (7/10) mendatang.

    Menariknya, di tengah ketegangan tersebut, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya menekan kenaikan harga bahan bakar global dengan meminta negara-negara Uni Eropa (UE) untuk mengurangi cadangan diesel darurat mereka. AS meminta Uni Eropa melepaskan sekitar 120 juta barel diesel dalam enam bulan ke depan. Langkah ini, menurut analis utama XAnalysts Mukesh Sahdev, menjadi salah satu faktor yang mampu menahan laju kenaikan harga minyak agar tidak melonjak terlalu liar.

    Secara keseluruhan, meskipun harga mengalami fluktuasi harian, tren bulanan menunjukkan dinamika yang kuat. Minyak Brent mencatat kenaikan signifikan sekitar 14 persen sepanjang bulan September, sementara WTI mencatat kenaikan sekitar 4 persen pada periode yang sama. Kini, seluruh mata dunia tertuju pada bagaimana keputusan politik di AS dan kebijakan energi China akan menentukan arah harga minyak di masa mendatang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Aksi Seru Bumil Bandung Tetap Aktif Bergerak

      02-10-2026 - 10.55

      Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya

      02-10-2026 - 08.55

      Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan

      02-10-2026 - 08.20

      Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu

      02-10-2026 - 05.55

      Harga Cabai dan BBM Picu Inflasi

      02-10-2026 - 05.20

      Aturan Baru Pajak Perhiasan Segera Terbit

      02-10-2026 - 02.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Aksi Seru Bumil Bandung Tetap Aktif Bergerak
      • Harga Minyak Dunia Kembali Memanas
      • Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya
      • Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan
      • Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.