Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya

    02-10-2026 - 08.55

    Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan

    02-10-2026 - 08.20

    Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu

    02-10-2026 - 05.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya
    • Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan
    • Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu
    • Harga Cabai dan BBM Picu Inflasi
    • Aturan Baru Pajak Perhiasan Segera Terbit
    • Mengenang Masa Kelam Inflasi 650 Persen
    • Strategi Baru Jaga Ekonomi Tetap Ngegas
    • Rahasia Sukses Livin Mandiri Kuasai Pasar
    Faktual News
    Home - Market - Mengenang Masa Kelam Inflasi 650 Persen
    Market

    Mengenang Masa Kelam Inflasi 650 Persen

    02-10-2026 - 02.2003 Mins Read0
    mengenang masa kelam inflasi 650 persen

    Faktual.news – Sejarah ekonomi Indonesia pernah melewati masa yang sangat kelam dan mencekam. Salah satu catatan paling ekstrem adalah ketika tingkat inflasi nasional melonjak hingga angka fantastis, yakni 650 persen. Kondisi hiperinflasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah krisis nyata yang membuat harga barang meroket tak terkendali dan masyarakat harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan kebutuhan pokok.

    Menteri Keuangan Suahasil Nazara kembali membawa ingatan publik pada periode sulit tersebut. Dalam sebuah acara peringatan di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Suahasil mengenang kepemimpinan sosok legendaris, Franciscus Xaverius Seda atau yang akrab disapa Frans Seda. Beliau adalah Menteri Keuangan yang bertugas pada periode 1966-1968, sebuah masa di mana Indonesia berada di titik nadir ekonomi.

    Mengenang Masa Kelam Inflasi 650 Persen
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Suahasil, saat itu Indonesia menghadapi badai ekonomi yang sangat kompleks. Cadangan devisa negara terkuras habis, aktivitas ekspor mengalami hambatan besar, dan beban utang luar negeri menumpuk secara masif. Kondisi fiskal saat itu sangat tidak sehat karena pengeluaran negara melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan pendapatan yang diterima. Defisit yang sangat lebar ini kemudian ditutupi melalui ekspansi moneter, yang sayangnya justru menjadi bensin bagi api inflasi yang semakin berkobar.

    "Jika inflasi mencapai 650 persen, itu artinya bukan hanya harga-harga yang melambung tinggi, tetapi juga terjadi fenomena di mana masyarakat harus mengantre panjang demi mendapatkan barang kebutuhan," ujar Suahasil saat memberikan sambutan dalam acara Memorial Lecture 100 Tahun Frans Seda.

    Namun, di tengah kegelapan ekonomi tersebut, Frans Seda muncul sebagai penyelamat. Melalui kebijakan yang disiplin dan berani, beliau berhasil menekan laju inflasi secara drastis. Dari angka 650 persen pada tahun 1966, inflasi turun menjadi 110 persen pada 1967, dan terus menyusut hingga mencapai 85 persen pada tahun 1968.

    Suahasil menekankan bahwa keberhasilan Frans Seda dalam meredam hiperinflasi adalah hasil dari asesmen yang sangat cermat. Beliau harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan untuk menumbuhkan ekonomi dengan kewajiban negara untuk melindungi rakyat kecil. Strategi yang diterapkan Frans Seda adalah menerapkan kebijakan anggaran berimbang, di mana belanja negara harus disesuaikan dengan kemampuan penerimaan yang ada.

    Dalam menyusun APBN tahun 1967, Frans Seda mengambil langkah tegas dengan memangkas pengeluaran non-prioritas dan menghentikan proyek-proyek mercusuar yang tidak mendesak. Beliau juga berani mengambil keputusan pahit, seperti penyesuaian harga BBM, demi menertibkan postur anggaran negara.

    Pelajaran berharga dari era Frans Seda adalah pentingnya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Suahasil menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan APBN sebagai alat pertumbuhan ekonomi sekaligus tameng pelindung bagi masyarakat. Dengan menjaga disiplin fiskal, fondasi pembangunan nasional dapat terus terjaga sebagaimana yang telah diletakkan oleh Frans Seda di masa lalu.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya

      02-10-2026 - 08.55

      Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan

      02-10-2026 - 08.20

      Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu

      02-10-2026 - 05.55

      Harga Cabai dan BBM Picu Inflasi

      02-10-2026 - 05.20

      Aturan Baru Pajak Perhiasan Segera Terbit

      02-10-2026 - 02.55

      Strategi Baru Jaga Ekonomi Tetap Ngegas

      01-10-2026 - 23.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Baru DJP Kejar Pajak Orang Kaya
      • Kabar Gembira Jutaan Buruh Dapat Dana Tambahan
      • Harga Cabai Rawit Sumut Tembus Seratus Ribu
      • Harga Cabai dan BBM Picu Inflasi
      • Aturan Baru Pajak Perhiasan Segera Terbit

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.