faktual.news – Kawasan Dukuh Atas Jakarta akan segera memiliki wajah baru yang revolusioner sebuah Pedestrian Deck modern yang dirancang khusus untuk memanjakan pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Proyek ambisius dari PT MRT Jakarta Perseroda ini bukan sekadar jembatan biasa melainkan sebuah konektor vital yang menjanjikan mobilitas tanpa hambatan dan kenyamanan maksimal bagi seluruh pengguna.
Jalur pejalan kaki futuristik ini dibangun di atas permukaan jalan dan akan menjadi penghubung utama enam moda transportasi publik sekaligus yaitu MRT Jakarta KRL Commuter Line LRT Jakarta LRT Jabodebek Kereta Bandara dan TransJakarta. Tak hanya itu Pedestrian Deck ini juga akan membuka akses langsung ke sejumlah gedung perkantoran ternama di sekitarnya seperti Two Sudirman dan Wisma BNI.

Agus Trihan Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta menjelaskan fokus utama pembangunan adalah aspek aksesibilitas. "Kami memastikan fasilitas ini sangat ramah bagi semua termasuk yang berkebutuhan khusus. Ada elevator eskalator ramp hingga jalur pemandu taktil yang akan sangat mempermudah pergerakan" ujarnya di Transport Hub MRT Jakarta. Ia menambahkan semua akses masuk ke deck akan menggunakan eskalator demi kenyamanan maksimal sementara elevator khusus disediakan untuk pengguna kursi roda stroller bayi atau ibu hamil.
Lebih dari sekadar penghubung Pedestrian Deck Dukuh Atas juga dirancang untuk memecah kepadatan pejalan kaki yang selama ini terkonsentrasi di Terowongan Kendal. Sagita Devi Head of TOD Planning Department PT MRT Jakarta mengungkapkan saat ini Terowongan Kendal menjadi satu-satunya jalur utama yang menghubungkan empat kuadran kawasan Dukuh Atas. "Dengan adanya pedestrian deck ini kami berharap bisa menyebarkan arus pejalan kaki dan memberikan opsi jalur lain sehingga tidak ada lagi penumpukan" jelas Sagita.
Desain inovatif Pedestrian Deck ini juga telah memperhitungkan potensi keramaian. Agus Trihan menambahkan bahwa di beberapa titik strategis terutama yang menghadap jalan akan ada pelebaran area signifikan. "Jalur utama sekitar 4 sampai 5 meter namun di area pemandangan kami lebarkan hingga 7 meter. Ini untuk memastikan orang yang berhenti menikmati pemandangan tidak akan menghambat pergerakan pejalan kaki lain" pungkasnya.
Proyek yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Juni lalu ini merupakan bagian integral dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development TOD Dukuh Atas. Tujuannya jelas mewujudkan pergerakan yang mulus di mana masyarakat dapat berpindah antar moda transportasi dengan nyaman terlindungi dari terik matahari maupun hujan.


