Faktual.news – Perum Bulog telah mengambil langkah strategis dengan memperkuat cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino. Perusahaan milik negara tersebut telah menyiapkan stok beras dalam jumlah besar, yakni mencapai 4,5 juta ton, sebagai bantalan untuk mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem dan musim paceklik yang diprediksi akan melanda tanah air.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa ketersediaan stok yang melimpah tersebut merupakan hasil dari upaya penyerapan gabah dan beras secara masif sepanjang tahun ini. Langkah proaktif ini diambil sebagai respons terhadap peringatan dini mengenai potensi krisis iklim yang dapat mengganggu produktivitas pertanian nasional.

"Hingga Jumat, 9 Oktober, stok yang kami miliki telah mencapai 4,5 juta ton. Sementara itu, total penyerapan beras yang telah dilakukan Bulog hingga saat ini sudah menyentuh angka 4,11 juta ton," ujar Rizal dalam konferensi pers mengenai Pengadaan 4 Juta Ton Beras di Jakarta Selatan, Jumat (9/10).
Rizal menjelaskan bahwa percepatan penyerapan beras dilakukan jauh lebih awal sebagai bentuk mitigasi risiko. Berdasarkan informasi yang diterima sejak awal tahun lalu, terdapat indikasi kuat bahwa fenomena El Nino akan menyebabkan musim paceklik yang lebih panjang. Dengan melakukan penyerapan dalam skala besar sejak dini, Bulog berharap ketahanan pangan domestik tetap terjaga meski kondisi cuaca tidak menentu.
Selain untuk menjaga stabilitas harga, penguatan cadangan beras ini bertujuan agar pemerintah tidak perlu terlalu bergantung pada impor beras dari negara-negara tetangga. Rizal menekankan bahwa saat ini banyak negara produsen beras seperti India, Vietnam, dan Thailand juga tengah berjuang menghadapi dampak El Nino yang sama. Kondisi tersebut membuat negara-negara tersebut cenderung mengamankan stok mereka sendiri, sehingga ketergantungan pada impor bisa menjadi risiko bagi ketahanan pangan nasional.
"Jika Bulog tidak segera mengambil langkah antisipasi dengan menyerap beras dalam jumlah banyak, kita akan kesulitan di akhir tahun. Tanpa stok yang cukup, pemerintah tidak akan bisa menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Kita juga tidak bisa mengandalkan impor secara instan karena negara tetangga juga sedang mengalami paceklik," tambah Rizal.
Lebih lanjut, ketersediaan stok jumbo ini juga dipersiapkan untuk menjamin kelancaran program bantuan pangan pemerintah. Stok tersebut akan disalurkan kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan, khususnya mereka yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Dengan cadangan yang aman, program bantuan sosial pangan diharapkan dapat berjalan tanpa kendala selama delapan bulan ke depan.
"Kita patut bersyukur karena saat ini stok sudah tersedia banyak sebagai langkah antisipasi menghadapi El Nino dan musim paceklik. Harapannya, kita tetap bisa menjalankan program bantuan pangan untuk masyarakat secara konsisten," tutup Rizal.


