Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung

    24-06-2026 - 08.20

    AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa

    24-06-2026 - 05.20

    Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen

    23-06-2026 - 21.21
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
    • AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
    • Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
    • Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
    • Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket
    • Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana
    • Mendag Desak Horeka Serap Telur Ayam Peternak
    • Sosok The Maestro Tutup Usia 100 Tahun
    Faktual News
    Home - Market - Blue Chip Bangkit! 3 Alasan Saham Unggulan Makin Berkilau
    Market

    Blue Chip Bangkit! 3 Alasan Saham Unggulan Makin Berkilau

    04-11-2025 - 21.2002 Mins Read2
    Blue Chip Bangkit! 3 Alasan Saham Unggulan Makin Berkilau

    Faktual News Sejak pertengahan Oktober hingga awal November 2025, saham-saham blue chip menunjukkan performa yang mengesankan. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham unggulan, melonjak 8%, jauh melampaui kenaikan IHSG yang hanya 2%. Analis dari Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, melihat ini sebagai realisasi dari proyeksi sebelumnya, di mana investor mulai beralih dari saham konglomerasi ke blue chip.

    Rotasi ini terutama terjadi pada saham-saham sektor konsumer dan perbankan. Investor mempertimbangkan potensi profit taking setelah kenaikan signifikan pada saham konglomerasi. "Kami melihat kenaikan saham blue chip ini masih di tahap awal dan berpotensi berlanjut hingga akhir 2025," ungkap Edi dalam risetnya.

     Blue Chip Bangkit! 3 Alasan Saham Unggulan Makin Berkilau
    Gambar Istimewa : i.pinimg.com

    Edi menjabarkan tiga faktor utama yang mendorong pergeseran ini:

    1. Puncak Pesimisme Terlewati: Kinerja emiten pada kuartal III 2025 ternyata tidak seburuk yang diperkirakan. Meskipun beberapa emiten masih mencatatkan hasil di bawah ekspektasi, jumlahnya tidak sebanyak pada kuartal sebelumnya. Hal ini, menurut Stockbit, disebabkan oleh ekspektasi yang sudah diturunkan sejak rilis kinerja kuartal II 2025. Estimasi laba bersih untuk bank-bank besar bahkan telah dipangkas 1-10% sejak kuartal II. Namun, manajemen bank melihat prospek yang lebih baik di kuartal IV 2025, seiring dengan pertumbuhan kredit dan penurunan cost of fund. "Oleh karena itu, risiko pemangkasan estimasi kinerja pasca-kuartal III 2025 cenderung terbatas dan bahkan berpotensi direvisi naik seiring ekspektasi pemulihan ekonomi," jelas Edi.

    2. Sinyal Pemulihan Ekonomi: Data makroekonomi bulanan mulai menunjukkan tanda-tanda akselerasi. Pertumbuhan uang beredar (M2) dan kredit meningkat, begitu pula dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia. Pertumbuhan M2 pada September 2025 mencapai 8% year-on-year (yoy), menandai peningkatan dalam empat bulan beruntun. Pertumbuhan kredit juga naik menjadi 7,2% yoy. PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 naik menjadi 51,2, menandakan ekspansi aktivitas pabrik selama tiga bulan berturut-turut. S&P Global mencatat bahwa faktor utama peningkatan ini adalah percepatan pertumbuhan permintaan.

    3. Potensi Foreign Inflow Berlanjut: Sejak 17 Oktober hingga 3 November 2025, IHSG mencatatkan net foreign inflow sebesar Rp7,2 triliun di pasar reguler. Dengan tren perbaikan ekonomi, didorong oleh percepatan belanja pemerintah dan tren penurunan suku bunga, Stockbit meyakini foreign inflow berpotensi berlanjut.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung

      24-06-2026 - 08.20

      AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa

      24-06-2026 - 05.20

      Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen

      23-06-2026 - 21.21

      Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya

      23-06-2026 - 18.21

      Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket

      23-06-2026 - 14.21

      Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana

      23-06-2026 - 08.21
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
      • AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
      • Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
      • Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
      • Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.