Faktual News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan arus keluar modal investor asing atau net foreign sell pada Maret 2026 tidak akan terlalu deras. Optimisme ini didasari oleh beberapa faktor kunci yang menjaga stabilitas pasar modal domestik, memberikan sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global.
Unit Kajian dan Analisis Ekonomi Divisi Riset BEI, Anita Kezia, menjelaskan bahwa tingkat turnover investor asing yang masih stabil di kisaran 30 persen menjadi indikator penting. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid, berfungsi sebagai benteng penahan tekanan arus keluar modal asing dari pasar saham. Kondisi ini menunjukkan resiliensi pasar domestik terhadap gejolak eksternal.

Stabilitas pasar juga ditopang oleh partisipasi investor asing yang tetap tinggi, serta kinerja ekspor yang kuat berkat dukungan komoditas. "Inflasi kita masih terjaga," ujar Anita, yang pernyataannya dikutip pada Jumat, 13 Maret 2026. Ia menambahkan, meskipun lembaga rating global seperti Moody’s dan Fitch telah menurunkan outlook Indonesia, hal ini justru menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus berbenah demi menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing ekonomi.
Dalam konteks ini, peran pemerintah menjadi krusial. Diperlukan langkah-langkah tegas dan kebijakan yang konsisten untuk menjaga kepercayaan investor, sehingga aliran modal asing ke pasar modal Indonesia dapat terus stabil dan berkelanjutan. Kepercayaan adalah kunci utama untuk menarik dan mempertahankan investasi jangka panjang.
Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) 2026, pasar saham Tanah Air masih mencatatkan net foreign sell yang signifikan, mencapai Rp22,15 triliun. Tekanan jual ini sebagian besar terjadi pada akhir Januari, terutama setelah pengumuman terkait penyesuaian indeks MSCI yang memicu aksi jual oleh investor asing.
Hingga Maret 2026, total turnover investor di pasar saham mencapai Rp22,9 triliun. Komposisi partisipasi menunjukkan dominasi investor domestik sebesar 67,9 persen, sementara investor asing berkontribusi 32,1 persen. Menariknya, di tengah tren net sell kumulatif, pasar sempat menyaksikan kembali masuknya dana investor asing. Pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, tercatat net foreign buy sebesar Rp905,27 miliar, yang mayoritas mengalir ke saham sektor energi dan beberapa saham perbankan pilihan.
Dinamika ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan arus keluar modal masih ada, fundamental ekonomi yang kuat dan partisipasi aktif investor domestik, didukung oleh prospek sektor tertentu, memberikan harapan bagi stabilitas pasar modal Indonesia ke depan. Pasar tetap menjadi arena yang menarik bagi investor dengan strategi yang tepat.
