Faktual News – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa lesu pada penutupan perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Indeks acuan bursa domestik ini tergelincir 0,69 persen, mengakhiri sesi di level 7.389,39, turun dari posisi penutupan sebelumnya di 7.440,91. Koreksi ini menandai hari yang kurang bersahabat bagi investor di pasar modal Tanah Air.
Berdasarkan data dari RTI Business, aktivitas perdagangan hari itu didominasi oleh saham-saham yang melemah, dengan 366 emiten terkoreksi. Sementara itu, 312 saham berhasil menguat, dan 139 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Total volume transaksi mencapai 32,20 miliar saham, diperdagangkan sebanyak 1,84 juta kali frekuensi, dengan nilai transaksi harian yang cukup besar mencapai Rp15,71 triliun.

Pelemahan IHSG juga menyeret indeks-indeks utama lainnya di Bursa Efek Indonesia ke zona merah. Indeks IDX30 ikut merosot 0,63 persen ke level 398,78, disusul oleh LQ45 yang anjlok lebih dalam 1,01 persen menjadi 752,25. Indeks berbasis syariah, Sri-Kehati, juga tidak luput dari tekanan, turun 0,47 persen ke 354,40, dan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,96 persen menjadi 493,17.
Mayoritas sektor industri turut merasakan dampak negatif dari sentimen pasar yang lesu. Sektor bahan baku menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan 2,03 persen, diikuti oleh sektor energi yang merosot 2,01 persen. Sektor industrial juga mencatat pelemahan signifikan 1,34 persen, sementara sektor infrastruktur turun 0,96 persen. Sektor siklikal dan transportasi masing-masing melemah 0,56 persen dan 0,35 persen, menambah daftar panjang sektor yang tertekan.
Namun, di tengah tekanan jual yang melanda, beberapa sektor masih mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan menguat. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,87 persen. Disusul oleh sektor kesehatan yang meningkat 0,29 persen, sektor non-siklikal menguat 0,27 persen, sektor properti naik 0,17 persen, dan sektor keuangan mencatatkan kenaikan tipis 0,03 persen, menunjukkan adanya diversifikasi minat investor.
Di antara saham-saham yang menjadi primadona top gainers hari itu adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), PT Cahaya Aeor Services Tbk (CASS), dan PT Indika Energy Tbk (INDY), yang mengalami tekanan jual cukup besar.
Untuk saham-saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi, tercatat PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) memimpin volume transaksi, menunjukkan tingginya minat investor terhadap ketiga emiten tersebut.
Koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini mencerminkan kehati-hatian investor di tengah dinamika pasar global dan domestik, meskipun beberapa sektor masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang menarik dan menjadi penyelamat di tengah gejolak pasar.
