Drama Bursa: IHSG Merah, Sektor Siklikal Ambles!
Faktual News – Kamis, 12 Maret 2026 menjadi hari yang kurang bersahabat bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa mengakhiri perdagangan di zona merah, terkoreksi 0,37 persen ke level 7.362,11, dari posisi pembukaan 7.389,39. Penurunan ini menandai pembalikan arah setelah sempat menunjukkan penguatan di sesi sebelumnya.
Data dari RTI Business menunjukkan gambaran yang kurang menggembirakan di lantai bursa. Dari total saham yang diperdagangkan, 461 di antaranya mengalami koreksi, sementara hanya 211 saham yang berhasil menguat, dan 149 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi harian juga cukup signifikan, dengan total nilai mencapai Rp13,38 triliun, melibatkan perpindahan tangan 26,81 miliar saham dalam 1,61 juta kali frekuensi.
Indeks Lain Bervariasi, Sektor Siklikal Paling Terpukul
Sementara itu, pergerakan indeks domestik lainnya menunjukkan pola yang bervariasi. Indeks IDX30 dan Sri-Kehati mampu menguat masing-masing 0,43 persen, bertengger di level 400,50 dan 355,91. Namun, LQ45 harus rela melemah 0,14 persen ke 751,19, dan JII turun 0,29 persen menjadi 491,75.
Penurunan IHSG ini tak lepas dari tekanan signifikan yang dialami mayoritas sektor. Sektor siklikal, yang sensitif terhadap kondisi ekonomi makro dan pola konsumsi, menjadi yang paling terpukul dengan merosot 2,04 persen. Tak hanya itu, sektor bahan baku juga tergerus 1,44 persen, disusul sektor properti yang melemah 1,38 persen, dan sektor infrastruktur yang anjlok 1,08 persen.
Gelombang koreksi juga menyeret sektor energi turun 0,55 persen, sektor kesehatan melemah 0,51 persen, sektor industrial merosot 0,49 persen, dan sektor non-siklikal yang relatif stabil pun tak luput dari tekanan, turun tipis 0,07 persen.
Namun demikian, di tengah gelombang koreksi, beberapa sektor masih mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatat penguatan. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 1,26 persen, diikuti sektor teknologi yang meningkat 0,91 persen, dan sektor keuangan yang berhasil menguat tipis 0,03 persen.
Saham-Saham Pilihan di Tengah Gejolak
Di balik gejolak pasar, ada beberapa saham yang menjadi sorotan. Puncak daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) ditempati oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY).
Sebaliknya, saham-saham yang paling terpuruk (top losers) pada hari itu adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, mencerminkan minat investor yang tinggi, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Pergerakan IHSG yang berbalik arah ini tentu menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar, terutama dengan tekanan kuat pada sektor-sektor kunci. Investor diharapkan untuk terus mencermati perkembangan ekonomi makro dan sentimen pasar global dalam mengambil keputusan investasi ke depan.
