Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Terkuak Strategi Jitu Prabowo Kejar Ekonomi 8 Persen
- Gaji Cair Langsung Serbu Transmart Diskon Gila
- Harga Ayam Anjlok Peternak Merana Kementan Turun Tangan
- KRL Rangkasbitung Siap Berubah Total 2027
- Transmart Full Day Sale Diskonnya Bikin Heboh
- DISKON 70 PERSEN TRANsmart SE INDONESIA BESOK
- Purbaya Blakblakan Anggaran MBG Ingin Nol Rupiah
- Stimulus Rp26 T Digelontorkan Akankah Ekonomi Melesat
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News – Jakarta – Lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings baru-baru ini merevisi outlook Indonesia, sebuah langkah yang segera ditanggapi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. Danantara melihat penyesuaian ini sebagai bagian integral dari evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan ekonomi dan upaya penguatan kelembagaan di tingkat nasional. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyoroti revisi outlook tersebut sebagai pengingat konstruktif bagi Indonesia. Menurutnya, ini adalah momentum penting untuk terus memperkokoh fondasi institusional, menegaskan arah kebijakan strategis, serta menjaga disiplin dalam implementasi sebagai kunci utama mempertahankan kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi jangka panjang. "Peringkat investment-grade Indonesia tetap terjaga, ini…
Faktual News – Kehadiran Danantara Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memicu diskusi hangat di kalangan pelaku pasar dan pengamat. Namun, kekhawatiran mengenai potensi pengaruhnya dinilai terlalu dini oleh Pengamat Ekonomi dan Pasar Modal, Farid Subkhan. Menurut Farid, sebagai lembaga pengelola investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF), Danantara memiliki peran fundamental dalam mengoptimalkan aset negara dan menghasilkan keuntungan yang substansial. Farid Subkhan menegaskan bahwa Danantara Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai regulator di pasar modal. "Danantara bukan regulator. Danantara adalah salah satu pemain pasar (market player) dalam ekosistem ekonomi. Kepemilikan saham pada institusi publik, termasuk BEI, semata-mata berfungsi sebagai…
Faktual News , Jakarta – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam dugaan kasus pidana pasar modal yang tengah diselidiki Bareskrim Polri. Perseroan menyatakan tidak memiliki kaitan langsung maupun tidak langsung dengan skandal "goreng saham" yang kini menjadi sorotan publik. Pernyataan ini disampaikan BUVA menyusul beredarnya informasi yang mengaitkan nama mereka dengan sejumlah pihak yang tengah diusut. Dalam klarifikasi resmi yang dirilis, BUVA menyayangkan pemberitaan yang beredar dan dinilai menyesatkan. Corporate Secretary PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, pada Jumat, 6 Februari 2026, menegaskan, "Perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ESO,…
IHSG Terperosok Dalam! Hanya Sektor Ini yang Selamat Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum positifnya pada penutupan perdagangan 6 Februari 2026. Bursa saham domestik kembali terperosok, mengakhiri sesi di level 7.935,26, atau anjlok signifikan sebesar 2,08 persen dari penutupan sebelumnya di 8.103,87. Gambar Istimewa : data:image Data dari RTI Business menunjukkan sentimen negatif mendominasi lantai bursa. Mayoritas saham, yakni 646 emiten, mengalami koreksi harga, sementara hanya 107 saham yang berhasil menguat, dan 68 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 35,58 miliar saham berpindah tangan dalam 2,24 juta kali transaksi, menghasilkan nilai…
Jakarta – Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami hari yang kelam pada perdagangan sesi I Kamis, 6 Februari 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup anjlok tajam sebesar 2,83 persen, memangkas posisinya dari 8.103,87 saat dibuka menjadi 7.874,41. Penurunan drastis ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor. Data dari RTI Business menunjukkan betapa aktifnya pasar di tengah tekanan jual yang masif. Sebanyak 22,23 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 1,46 juta kali transaksi, menghasilkan total nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp10,46 triliun. Angka ini mencerminkan volume penjualan yang signifikan dan kepanikan yang melanda pasar. Gambar…
Faktual News , Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), yang dikenal luas sebagai WIKA Beton, berhasil menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan manufaktur beton pracetak terkemuka ini sukses membukukan perolehan kontrak baru yang mencapai angka fantastis, yakni Rp4 triliun. Capaian impresif ini mengukuhkan posisi WIKA Beton sebagai pemain kunci di industri konstruksi nasional dan global. Yushadi, Sekretaris Perusahaan WTON, menjelaskan bahwa lonjakan kontrak baru ini merupakan buah dari strategi optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus yang dimiliki perseroan. Selain itu, keterlibatan aktif dalam berbagai proyek strategis, baik di pasar domestik maupun internasional, turut menjadi pendorong utama. "Kontribusi…
IHSG Loyo! Cuma Sektor Ini yang Mampu Bertahan? Faktual News – Bursa saham domestik kembali menunjukkan performa lesu pada perdagangan 5 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari dengan koreksi signifikan, merosot 0,53 persen ke level 8.103,87. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan dari posisi penutupan sebelumnya di 8.146,71, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar ke depan. Gambar Istimewa : Data dari RTI Business menggambarkan dominasi sentimen negatif di pasar. Tercatat, sebanyak 349 saham harus rela terkoreksi, jauh melampaui 299 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 172 saham lainnya tetap stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas perdagangan cukup…
Faktual News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dalam reformasi pasar modal nasional. Sebagai bagian dari proyek percontohan, BEI memprioritaskan 49 emiten besar untuk memenuhi aturan free float saham sebesar 15 persen. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat integritas dan likuiditas pasar, sekaligus menjadi tonggak penting dalam implementasi kebijakan pasar modal yang lebih progresif. Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih terdapat 267 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan free float minimum 7,5 persen. Namun, menurut Nyoman, dalam pernyataannya yang dikutip pada 5 Februari 2026, dari jumlah tersebut, 49 emiten yang menjadi target…
Faktual News – Di tengah sentimen pasar yang cenderung melemah, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru tampil perkasa pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten perbankan yang fokus pada pembiayaan perumahan ini berhasil melonjak 3,27% atau setara dengan kenaikan Rp40, menembus level Rp1.265 per saham. Kinerja impresif ini kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau terkoreksi 0,53% ke posisi 8.079. Kinerja harian BBTN ini memang mencuri perhatian, terutama jika dibandingkan dengan beberapa bank BUMN lainnya. Meskipun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar 5,86% ke Rp2.350, diikuti PT Bank…
Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Selasa, 4 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi dengan penguatan signifikan, bertengger di level 8.146,71. Kenaikan sebesar 0,30 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.122,59 ini menandakan optimisme investor di tengah dinamika pasar yang terus bergerak. Data dari RTI Business mencatat pergerakan yang cukup dinamis di lantai bursa. Sebanyak 301 saham berhasil melaju di zona hijau, menunjukkan performa positif. Namun, di sisi lain, 391 saham harus terkoreksi, sementara 125 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 45,44 miliar saham…

