IHSG Terperosok Dalam! Hanya Sektor Ini yang Selamat
Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum positifnya pada penutupan perdagangan 6 Februari 2026. Bursa saham domestik kembali terperosok, mengakhiri sesi di level 7.935,26, atau anjlok signifikan sebesar 2,08 persen dari penutupan sebelumnya di 8.103,87.
Data dari RTI Business menunjukkan sentimen negatif mendominasi lantai bursa. Mayoritas saham, yakni 646 emiten, mengalami koreksi harga, sementara hanya 107 saham yang berhasil menguat, dan 68 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 35,58 miliar saham berpindah tangan dalam 2,24 juta kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp19,70 triliun.
Gelombang koreksi tidak hanya menerpa IHSG, melainkan juga menyeret seluruh indeks acuan utama di dalam negeri ke zona merah. Indeks IDX30 tercatat melemah 1,47 persen ke level 426,24, diikuti oleh LQ45 yang merosot 1,66 persen menjadi 815,58. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga tak luput dari tekanan, turun 2,13 persen ke 531,93, serta Sri-Kehati yang terkoreksi 1,60 persen menjadi 379,63.
Hampir seluruh sektor industri mencatatkan kerugian. Sektor siklikal menjadi yang paling terpukul dengan anjlok 5,11 persen. Disusul oleh sektor industrial yang ambruk 4,51 persen, sektor energi dengan koreksi 3,25 persen, sektor bahan baku turun 3,01 persen, dan sektor infrastruktur yang melemah 2,95 persen. Sektor lainnya seperti properti (-2,11%), teknologi (-1,82%), non-siklikal (-1,26%), keuangan (-0,94%), dan kesehatan (-0,04%) juga tak mampu menghindari tekanan jual.
Di tengah gelombang merah yang melanda, hanya sektor transportasi yang berhasil menunjukkan performa positif, menguat tipis 0,53 persen. Kinerja apik ini didorong oleh kenaikan harga saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang melesat 4,27 persen.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers, antara lain PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE). Untuk saham-saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan volume, tiga teratas adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
(Foto: Erman Subekti)
Editor: Galih Pratama

