Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?

    03-03-2026 - 14.20

    03-03-2026 - 05.20

    Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!

    02-03-2026 - 21.20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?
    • Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!
    • Geger Pasar Modal! OJK Sikat IPPE, Denda Total Rp10 Miliar Lebih!
    • Bursa Berdarah? IHSG Turun, tapi Transaksi Malah Melonjak!
    • DSSA, BRMS, AMMN Cs: Dalang di Balik Lesunya IHSG Pekan Ini?
    • IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!
    Faktual News
    Home - Market - Danantara di BEI: Bukan Regulator, Tapi Penyeimbang Pasar?
    Market

    Danantara di BEI: Bukan Regulator, Tapi Penyeimbang Pasar?

    07-02-2026 - 14.2004 Mins Read0
    danantara di bei bukan regulator tapi penyeimbang pasar

    Faktual News – Kehadiran Danantara Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memicu diskusi hangat di kalangan pelaku pasar dan pengamat. Namun, kekhawatiran mengenai potensi pengaruhnya dinilai terlalu dini oleh Pengamat Ekonomi dan Pasar Modal, Farid Subkhan. Menurut Farid, sebagai lembaga pengelola investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF), Danantara memiliki peran fundamental dalam mengoptimalkan aset negara dan menghasilkan keuntungan yang substansial.

    Farid Subkhan menegaskan bahwa Danantara Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai regulator di pasar modal. "Danantara bukan regulator. Danantara adalah salah satu pemain pasar (market player) dalam ekosistem ekonomi. Kepemilikan saham pada institusi publik, termasuk BEI, semata-mata berfungsi sebagai strategi investasi untuk meraih keuntungan," jelas Farid dalam keterangannya.

    Danantara di BEI: Bukan Regulator, Tapi Penyeimbang Pasar?
    Gambar Istimewa : blogger.googleusercontent.com

    Lebih lanjut, Farid memandang Danantara Indonesia sebagai pendorong pasar (market driver) sekaligus penyeimbang pasar (market balancer). Peran ganda ini memungkinkan Danantara untuk memacu pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, mulai dari sektor riil hingga keuangan, serta menarik investasi domestik maupun asing. "Kehadiran Danantara juga krusial untuk menjaga daya saing perusahaan-perusahaan negara di kancah global dan memperkokoh fondasi ekonomi nasional," tambahnya.

    Farid menekankan bahwa fungsi regulator tetap berada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi Danantara di pasar modal adalah aktivitas normal sebagai pemain pasar. "Sangat wajar jika Danantara memiliki penyertaan saham di BEI, karena ini adalah praktik investasi yang umum dilakukan oleh SWF di berbagai negara maju," jelasnya. Ia mencontohkan, entitas serupa seperti Temasek Holdings di Singapura memiliki saham di Singapore Exchange (SGX), Qatar Investment Authority di Qatar Stock Exchange dan London Stock Exchange, serta China Investment Corporation (CIC) di bursa-bursa besar seperti Shanghai, Shenzhen, Hong Kong, hingga London.

    Untuk menghindari potensi tumpang tindih peran, Farid menyarankan OJK untuk terus memperkuat fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap operator pasar dan perdagangan saham. Hal ini krusial demi memastikan BEI beroperasi secara transparan, adil, akuntabel, dan berpihak pada pasar. "OJK, sebagai otoritas keuangan negara yang kredibel dan independen, tidak akan terpengaruh oleh pemegang saham BEI. Peran OJK justru harus terus diperkuat," tegas pengajar dari Universitas Perbanas tersebut.

    Farid berharap BEI dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator perdagangan dan investasi bagi semua jenis investor, baik institusi besar maupun ritel. Kehadiran investor institusional besar seperti Danantara Indonesia di BEI diyakini dapat mendorong bursa menjadi lebih berpihak pada pasar dan meningkatkan daya saingnya di kancah global. "Ruang untuk institusi besar lainnya juga harus dibuka agar BEI semakin kompetitif," imbuhnya.

    Di sisi lain, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengamati bahwa pergerakan pasar dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan proses penyesuaian yang teratur dan mulai menemukan titik keseimbangan. Setelah sempat diwarnai volatilitas, pasar kini mulai menunjukkan sinyal rebound, mengindikasikan respons investor yang semakin rasional dan selektif.

    "Sejak awal, kami memandang dinamika pasar ini secara utuh dan proporsional. Meskipun terjadi penyesuaian jangka pendek, pasar relatif cepat pulih, didorong oleh kembalinya minat pada saham-saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi," ungkap Pandu. Ia menambahkan, pergerakan ini mengonfirmasi adanya rebalancing pasar yang berlandaskan pada kualitas aset. Volatilitas yang terjadi juga bukan fenomena tunggal di Indonesia, melainkan bagian dari tren regional dan global.

    Pandu menjelaskan bahwa aset yang tetap menarik perhatian adalah perusahaan dengan fundamental solid, arus kas sehat, valuasi atraktif, dan likuiditas memadai. "Ini membuktikan bahwa mekanisme pasar bekerja secara rasional," katanya. Ia menegaskan, Danantara Indonesia beroperasi sebagai partisipan pasar (market participant) yang berinvestasi dengan disiplin yang sama seperti pelaku pasar lainnya. "Kami berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental kuat, valuasi menarik, arus kas sehat, dan likuiditas baik. Kami sangat percaya pada prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik aset domestik," tegasnya.

    Danantara Indonesia berkomitmen mendukung penguatan struktur pasar bersama para pemangku kepentingan, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik. "Pendalaman teknis dan implementasi terukur adalah kunci reformasi pasar yang berkelanjutan dan untuk memperkuat kepercayaan investor," ujar Pandu. Ia juga mengapresiasi respons cepat dari regulator dan penyelenggara pasar. Danantara akan terus berkoordinasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), self-regulatory organizations (SRO), dan OJK demi mendukung penguatan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

    kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

    Baca Juga

    Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?

    03-03-2026 - 14.20

    03-03-2026 - 05.20

    Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!

    02-03-2026 - 21.20

    Geger Pasar Modal! OJK Sikat IPPE, Denda Total Rp10 Miliar Lebih!

    02-03-2026 - 14.20

    Bursa Berdarah? IHSG Turun, tapi Transaksi Malah Melonjak!

    02-03-2026 - 05.20

    DSSA, BRMS, AMMN Cs: Dalang di Balik Lesunya IHSG Pekan Ini?

    01-03-2026 - 21.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?
    • (tanpa judul)
    • Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!
    • Geger Pasar Modal! OJK Sikat IPPE, Denda Total Rp10 Miliar Lebih!
    • Bursa Berdarah? IHSG Turun, tapi Transaksi Malah Melonjak!

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025

    Categories

    • Dunia
    • Esports
    • Market
    • Olahraga
    • Sepakbola
    Faktual News
    • Home
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Tentang Kami
    © 2026 faktual.news | KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.