faktual.news – Dunia ekonomi berduka atas kepergian Alan Greenspan mantan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat The Fed yang menghembuskan napas terakhirnya di usia seabad pada awal pekan ini Sosok yang dijuluki The Maestro ini meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah keuangan global.
Selama hampir dua dekade Greenspan memimpin The Fed menjadikannya salah satu figur ekonomi paling berpengaruh di dunia Namun warisannya tak lepas dari perdebatan terutama terkait perannya dalam krisis keuangan global 2007 hingga 2009 silam.

Istri mendiang Andrea Mitchell mengungkapkan Greenspan wafat di kediamannya akibat komplikasi penyakit Parkinson Mitchell mengenang suaminya sebagai pribadi luar biasa yang membentuk lanskap ekonomi AS selama beberapa dekade di bawah berbagai kepemimpinan presiden Ia selalu jujur mengakui kekeliruannya dan akan dikenang karena kecerdasan serta kebaikannya Menjadi pendamping hidupnya adalah kebahagiaan terbesar bagi Mitchell.
Greenspan pertama kali ditunjuk sebagai pimpinan The Fed pada tahun 1987 oleh Presiden ke-40 AS Ronald Reagan Ia kemudian memegang kendali bank sentral hingga pensiun pada tahun 2006 menjadikannya masa jabatan terlama kedua setelah William McChesney Martin Selama kepemimpinannya pasar saham AS mengalami pertumbuhan pesat meski diwarnai periode volatilitas ekstrem Kebijakan moneter longgarnya seringkali disebut sebagai salah satu pemicu krisis finansial 2008.
Federal Reserve sendiri menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Greenspan Dalam pernyataan resminya The Fed menegaskan bahwa kontribusi Greenspan terhadap kebijakan moneter dan pemikiran ekonomi telah meninggalkan jejak abadi baik pada institusi tersebut maupun pada bidang ekonomi yang lebih luas dan negara secara keseluruhan.


