Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung

    24-06-2026 - 08.20

    AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa

    24-06-2026 - 05.20

    Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen

    23-06-2026 - 21.21
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
    • AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
    • Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
    • Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
    • Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket
    • Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana
    • Mendag Desak Horeka Serap Telur Ayam Peternak
    • Sosok The Maestro Tutup Usia 100 Tahun
    Faktual News
    Home - Market - BBCA Jadi Pelabuhan Aman di Tengah Badai IHSG?
    Market

    BBCA Jadi Pelabuhan Aman di Tengah Badai IHSG?

    18-10-2025 - 14.2003 Mins Read2
    BBCA Jadi Pelabuhan Aman di Tengah Badai IHSG?

    Faktual News Jakarta – Di tengah terjangan badai yang melanda pasar saham, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,57% ke level 7.915 pada penutupan perdagangan Jumat (15/10/2025), sebuah fenomena menarik terjadi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menjadi oase hijau, satu-satunya saham bank besar yang mampu melawan arus pelemahan.

    Sektor finansial, yang turut merasakan dampak koreksi pasar, menyaksikan saham BBRI dan BMRI masing-masing tergerus 0,85% dan 0,98%, sementara BBNI melemah 1,3%. Namun, BBCA berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan 2,74% ke level Rp7.500 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 1,57 juta lot senilai Rp1,17 triliun.

    BBCA Jadi Pelabuhan Aman di Tengah Badai IHSG?
    Gambar Istimewa : imgv2-1-f.scribdassets.com

    Analis Trimegah Sekuritas, Jonathan Gunawan, mengungkapkan bahwa ketahanan BBCA di tengah gejolak IHSG disebabkan oleh antisipasi investor terhadap earnings call kuartal III-2025 yang akan datang. Hingga kuartal II/2025, BBCA menjadi satu-satunya bank besar yang mencatatkan pertumbuhan positif, berbeda dengan bank lain yang mengalami perlambatan.

    "Secara valuasi, BBCA saat ini sudah relatif terdiskon dibandingkan rata-rata historisnya. Koreksi sektor perbankan lebih karena rotasi sektor jangka pendek, bukan karena perubahan fundamental. Valuasi BBCA akan cepat rebound saat pasar stabil," jelas Jonathan.

    Laporan keuangan BBCA hingga Agustus 2025 menunjukkan laba bersih bank only sebesar Rp39,06 triliun, tumbuh 8,52% year-on-year. Pendapatan bunga bersih meningkat 5,08% menjadi Rp53,12 triliun, sementara pendapatan non-bunga naik 18,9% menjadi Rp18,3 triliun. Efisiensi operasional juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio beban terhadap pendapatan (CIR) yang berada di level 29,1%, salah satu yang terendah di industri perbankan.

    Dari sisi intermediasi, BBCA berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp920,87 triliun, tumbuh 9,28% secara tahunan, melampaui rata-rata industri sebesar 7,3%. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.160 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) yang sangat dominan di 83,5%.

    "Dengan kombinasi likuiditas ample dan CASA tinggi, margin bunga bersih (NIM) BBCA akan tetap solid meski likuiditas industri ketat," imbuh Jonathan.

    Saat ini, saham BBCA diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 3,45 kali, di bawah rata-rata historisnya di atas 4 kali. Dengan Cost of Credit (CoC) hanya 0,5% dan Return on Equity (ROE) 25%, BBCA masih unggul dibandingkan sektor perbankan yang rata-rata hanya 18%.

    "Harga BBCA memang premium karena bank ini mencatatkan pertumbuhan yang stabil dan prudent pada sisi aset hingga bottom line dalam 10-15 tahun terakhir," pungkasnya.

    Konsensus analis Bloomberg juga menempatkan BBCA sebagai saham bank dengan potensi upside tertinggi. Dari 37 analis yang tercatat, 34 memberikan rekomendasi buy dengan target harga rata-rata Rp10.824 per saham, menandakan potensi kenaikan sekitar 46% dari harga saat ini. (*)

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung

      24-06-2026 - 08.20

      AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa

      24-06-2026 - 05.20

      Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen

      23-06-2026 - 21.21

      Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya

      23-06-2026 - 18.21

      Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket

      23-06-2026 - 14.21

      Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana

      23-06-2026 - 08.21
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
      • AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
      • Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
      • Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
      • Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.