Faktual.news – Upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia kini memasuki babak baru melalui penguatan sektor pendidikan. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap pakai di industri syariah.
Langkah besar ini dilakukan melalui kemitraan dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) serta Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS). Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan program talenta ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi, guna memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10), dibahas mengenai pentingnya menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Program pengembangan talenta ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori atau kompetensi akademik semata. Lebih dari itu, KNEKS menekankan pentingnya pembekalan keterampilan praktis, pengalaman langsung di industri, jiwa kepemimpinan, hingga kemampuan kolaborasi antar-profesi.
Melalui rilis resminya, KNEKS menyatakan bahwa integrasi ini menjadi kunci agar lulusan ekonomi syariah tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi syariah nasional, tetapi menjadi penggerak utama.
Prof. Dr. Aurik Gustomo, yang menjabat sebagai Ketua AFEBI sekaligus Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), memberikan pandangan mendalam mengenai peran akademisi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kontribusi nyata melalui riset-riset berkualitas dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini penting agar ilmu yang diajarkan di bangku kuliah tetap relevan dengan dinamika ekonomi yang terus berubah.
Selain aspek kurikulum, KNEKS juga menyoroti pentingnya penguatan talent branding. Tujuannya adalah agar profil lulusan ekonomi dan keuangan syariah semakin dikenal luas dan mendapatkan pengakuan positif dari pelaku industri. Selama ini, masih terdapat celah informasi mengenai kualitas dan kompetensi spesifik yang dimiliki oleh para lulusan ini.
Berdasarkan kajian yang dilakukan KNEKS bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), ditemukan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman industri terhadap profil lulusan. Industri perlu memahami secara mendalam apa saja kompetensi yang dimiliki oleh para ahli ekonomi syariah agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan lebih efektif.
Oleh karena itu, sinergi yang melibatkan perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, kementerian, hingga pelaku industri menjadi sebuah keharusan. Sinergi ini bertujuan untuk memetakan secara presisi kebutuhan sumber daya manusia di masa depan, sehingga kompetensi yang diajarkan di kampus benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan langkah terintegrasi ini, Indonesia optimis dapat menjadi pusat ekonomi syariah dunia melalui ketersediaan talenta yang mumpuni.


