Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UU Baru Lindungi Buruh atau Sekadar Formalitas

    08-10-2026 - 08.20

    Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen

    08-10-2026 - 05.55

    Rahasia Ekonomi Daerah Melaju Pesat

    08-10-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • UU Baru Lindungi Buruh atau Sekadar Formalitas
    • Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen
    • Rahasia Ekonomi Daerah Melaju Pesat
    • Aturan Baru Lindungi Pekerja Indonesia
    • Mobil Dinas Baru Menteri Pakai Maung
    • Transformasi Ekonomi Kawasan Blok M
    • Rahasia di Balik Kualitas BBM Mandalika
    • Langkah Besar Indonesia Menuju Era Energi Hijau
    Faktual News
    Home - Market - Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen
    Market

    Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen

    08-10-2026 - 05.5503 Mins Read0
    teknologi baru pangkas emisi karbon 95 persen

    Faktual.news – Upaya Indonesia dalam menekan emisi karbon guna menghadapi krisis iklim global kini menemukan titik terang melalui inovasi teknologi terbaru. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa teknologi penangkapan karbon atau carbon capture kini mampu mereduksi emisi gas buang hingga mencapai angka fantastis, yakni 95 persen.

    Inovasi ini menjadi angin segar bagi sektor industri di Indonesia yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar. Berbeda dengan teknologi yang biasanya menyasar sektor migas atau pertambangan, teknologi yang sedang dikembangkan ini secara spesifik menyasar emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan oleh sektor industri non-migas.

    Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam keterangannya pada ajang Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Hashim menjelaskan bahwa teknologi mutakhir ini merupakan hasil kolaborasi internasional. Saat ini, teknologi tersebut tengah menjalani uji coba intensif di fasilitas produksi milik PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur.

    "Ada teknologi baru yang muncul. Ini berasal dari sektor industri, menangkap karbon dioksida yang dihasilkan oleh proses industri, bukan dari pertambangan atau migas. Teknologi ini merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan dari Jepang, Taiwan, dan negara lainnya," ujar Hashim di Jakarta, Rabu (7/10).

    Berdasarkan hasil studi mendalam yang dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik bersama mitra teknologi dari Jepang dan Taiwan, efektivitas alat ini sangat luar biasa. Penggunaan teknologi carbon capture tersebut terbukti mampu memangkas emisi karbon hingga 95 persen dari total gas buang yang dihasilkan.

    Menariknya, proses penangkapan karbon ini tidak hanya sekadar membuang polusi ke udara. Teknologi ini mampu mengubah limbah karbon menjadi produk sampingan yang bernilai ekonomi tinggi, yaitu soda ash atau baking soda. Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan soda ash dalam industri dalam negeri. Dengan adanya teknologi ini, Indonesia berpeluang besar untuk mengurangi ketergantungan impor tersebut.

    Hashim juga menekankan bahwa potensi penerapan teknologi ini sangat luas. Tidak hanya terbatas pada industri petrokimia, teknologi penangkap emisi ini sangat ideal untuk diterapkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batu bara.

    "Teknologi ini bisa kita terapkan tidak hanya di Petrokimia Gresik, tapi juga pada PLTU. Semua pembangkit listrik yang menggunakan batu bara bisa tetap beroperasi secara berkelanjutan karena alat ini mampu menangkap emisinya," tambahnya.

    Meski demikian, Hashim mengakui bahwa implementasi teknologi ini memerlukan investasi awal yang cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah tengah bergerak cepat untuk memberikan dukungan nyata. Saat ini, Kementerian Perindustrian sedang menyusun skema insentif khusus bagi perusahaan-perusahaan yang bersedia mengadopsi teknologi ramah lingkungan ini.

    Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi industri Indonesia menuju ekonomi hijau, di mana pertumbuhan ekonomi tetap berjalan namun dengan dampak lingkungan yang minimal. Dengan dukungan teknologi dari Jepang, Taiwan, hingga Eropa, Indonesia optimis dapat mencapai target penurunan emisi karbon secara signifikan di masa depan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      UU Baru Lindungi Buruh atau Sekadar Formalitas

      08-10-2026 - 08.20

      Rahasia Ekonomi Daerah Melaju Pesat

      08-10-2026 - 05.20

      Aturan Baru Lindungi Pekerja Indonesia

      08-10-2026 - 02.55

      Mobil Dinas Baru Menteri Pakai Maung

      08-10-2026 - 02.20

      Transformasi Ekonomi Kawasan Blok M

      07-10-2026 - 23.55

      Rahasia di Balik Kualitas BBM Mandalika

      07-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • UU Baru Lindungi Buruh atau Sekadar Formalitas
      • Teknologi Baru Pangkas Emisi Karbon 95 Persen
      • Rahasia Ekonomi Daerah Melaju Pesat
      • Aturan Baru Lindungi Pekerja Indonesia
      • Mobil Dinas Baru Menteri Pakai Maung

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.